Spesialis Kandungan Atau Spesialis Anak?

1584 Words

Dokter Radit masih juga diam dan menunduk. “Kalau kamu hanya diam saja. Bagaimana aku bisa mengetahui apa masalah mu. Memangnya aku punya indera keenam bisa membaca fikiran orang.” Ucap Diana. Perlahan Dokter Radit menatap wajah Diana. “Aku malu, Di.. Tapi bingung sama siapa lagi aku bisa cerita.” Lirih Dokter Radit. Ingin rasanya Diana tertawa mendengar ucapan pria itu. Malu? Tumben.. Biasanya ceplas ceplos aja tuh mulut. “Udah, cerita aja! Nggak usah bawa perasa malu. Emangnya ada apa? Ayo, cepat katakan. Jangan buat penasaran ah..” “Hmm.. Begini. Di.. Tadi, kedua orang tua tunangan ku bertanya. Kenapa sampai detik ini aku belum mengambil Pendidikan Spesialis.” Cerita Dokter Radit. Diana diam dan hanya mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh pria di hadapannya itu. “Aku jel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD