Bab 14: Sandiwara Demi Perhatian

1422 Words

“Apa memuji saja tidak boleh?” Sambil meletakkan piringnya ke atas bantal, Mas Eli bertanya. Aku menggelengkan kepala, “Kalau kamu tidak boleh! Karena pasti ada niat tersembunyinya.” Lelaki itu benar-benar kehilangan selera makan. Yang sebaliknya malah membuatku kecewa. Padahal tadinya lelaki ini begitu lahap, melebihi Fadli, yang demi Tuhan kuakui, hatiku menghangat melihatnya, pemandangan tersebut memanjakan mataku. “Pakai,” kurenggut kemeja piyama yang tergeletak sembarangan di atas lantai dan menyodorkannya pada lelaki itu. Mas Eli dengan malas-malasan menerima dan memakainya. “Nah bagus,” melihatnya tertutup aku memuji. “Bukannya melihatku setengah telanjang lebih memanjakan mata?” Pertanyaan m***m Mas Eli membuatku mendelik. Lelaki itu menyeringai puas. “Tidak,” kutampik argum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD