Bab 15: Apa Yang Dia Titipkan

1278 Words

“Modus!” Hinaku dengan bibir mencebik. Mas Eli yang tadinya pura-pura memelas, kembali ke ekspresi aslinya. Lelaki itu terlihat kesal. “Yuk masuk. Bisa jalan sendiri ‘kan?” Tanyaku memastikan. “Atau mau dipapah?” Baru saja aku berdiri, Mas Eli kembali menarik pergelanganku untuk duduk di anak tangga. Pantatku terhempas ke sebelahnya, belum sempat aku protes Mas Eli sudah menangkup erat wajahku dan menciumku. Aku membelalak karena tidak menyangka setelah ditolak lelaki itu akan nekat. Baru saja hendak kudorong dadanya menjauh, Mas Eli sudah memutar lengan lancangku ke pinggangnya. Aku yang duduk menghadapnya, berakhir tertindih di anak tangga. Mas Eli menahan tubuhku agar tidak bisa lari. Lengan, bibir dan kakiku semuanya dikunci paksa olehnya. Aku khawatir, seseorang datang dan memergo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD