Bab 16: Doa Yang Terwujud

1443 Words

“Kamu ingin mendengar apa doaku?” Aku menyahuti lelaki itu yang urung hendak menciumku yang dihimpitnya di pintu. “Ya?” “Semoga apa yang kamu khayalkan tidak menjadi nyata, sekalipun dia sempat berkembang, kuharap janin itu terbunuh sebelum Tuhan meniupkan ruh baru ke perutku—” “Berhenti membuatku emosi Aini,” Mas Eli berbisik marah. Lelaki itu mencekram erat daguku. “Kamu kira, apa yang kamu katakan akan menjadi nyata?” Lelaki itu menggigiti kulit rahangku seakan gemas. “Kamu kira, apa yang kamu khayalkan juga akan menjadi nyata?” “Tentu saja,” lelaki itu mengangguk pasti. “Karena aku berusaha mewujudkannya. Sedangkan kamu?” “Sebagai Ibu, jika dia benar-benar singgah di rahim ini kelak, aku bisa menolak melahirkannya atau menghilangkannya,” aku tidak benar-benar akan melakukannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD