Bab 17: Perselisihan Antar Ayah dan Anak

1542 Words

“Kubuka.” Secara perlahan Mas Eli menurunkan pakaianku. Aku menutup mata mendengar kalimat tenangnya, seakan isi otak lelaki itu sejernih nada suaranya. Kain basah menyusul membasahi leher dan bahuku. Perlahan kubuka mata dan mendapati lelaki itu dengan serius membersihkan tubuhku. Aku menelan ludah karena merasa tidak nyaman. Kukira aku akan aman melihatnya yang begitu serius dan menghayati, nyatanya selalu ada imbalan dari segala yang lelaki itu lakukan. Setelah leher dan bahuku dibersihkan olehnya, Mas Eli kembali ‘mengotorinya’ dengan bibirnya. Lelaki itu mendaratkan sejenak bibirnya ke leher dan bahuku secara bergantian. Kini perut, lelaki itu dengan tatapan dingin membasahinya lalu selalu mengakhiri aktivitasnya dengan kecupan. Aku benci dengan pusarku sendiri yang menjadi pelabu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD