Bab 39

1059 Words
“Hahaha... aku juga tidak tahu anak ini laki-laki atau perempuan, sekarang ini terpenting kesehatan Benitoi saja, kalau Tuan Klorean berkata kalau aku akan melahirkan anak laki laki dengan selamat, semoga saja ya Anggita. Bagaimana pu aku merasa ada kebahagiaan yang tersendiri saat mendengar kan semuanya berjalan dengan lancar begitu, tidak ada satu pun yang bisa di dasarkan dengan semuanya baik, bagaimana pun kalau semuanya akan berjalan dengan lancar seperti yang di ingin kan saat ini. Tidak ada yang bisa di andalkan semuanya bisa berubah begitu saja.” Ucap Alexia kepada Anggita. “Iya yang terpenting anak itu akan terus mendapat kan yang terbaik juga saat ini tanpa memikir kan satu yang sama yang lain. Alexia semoga saja anak kita akan bisa bersatu seperti kita sekarang jangan ada yang lain yang akan di lakukan sebagai mana.” “Iya semoga saja, doakan saja aku akan baik-baik saja ya Anggita, di sini aku masih tidak percaya diri ingin melakukannya demi mendapat kan yang terbaik satu sama lain, di tambah lagi semuanya akan bisa kita hadapi seperti orang lain.” Ucap Alexia kepada Anggita yang selalu ada untuk diri saat ini. Mereka berdua asyik dengan cerita mereka masing-masing saat itu Auristella yang selalu ada untuk mendapat kan yang di ingin kan saat ini, Nyonya Auristella menghampiri Alexia dan Anggita, lalu di menyapa mereka berdua dengan sangat ramah, "Hai... Kalian sedang apa disini aku mencari kalian berdua dari tadi aku melihat istri Nando sedang tidur beristirahat dan kalian berdua tidak ada gambar sedang asyik mengobrol Aku juga mau ikut kenapa tidak mengobrol di ruangan saja di kamar aku juga sih berfikir Aku sangat sepi ingin keluar tapi itu terhalang pasti Tuan apa tidak memperbolehkan aku keluar sekarang aku sedih ketika dia menyuruh aku keluar dan memantau kalian saat itulah aku bisa menunggu berusaha mencari waktu untuk bermain di situ aku tidak tahu juga kenapa aku tidak diperbolehkan untuk melakukan hal apapun demi mendapatkan yang terbaik aku terkadang Bingung kenapa harus begini menghadapinya tidak aku pungkiri satu sama lain untuk mengatakan begitu jengkel ketika Tuan Klorean tidak mengizinkan aku untuk keluar rumah ada s**u sangat sedih Apakah aku bisa menemui teman-temanku dan saudaraku." " Hahaha kau ini Nyonya bisa saja mengatakan itu padahal Tuan Klorean itu melakukannya yang terbaik tuh kita tetapi di saat itu juga ada juga titik jenuh untuk melakukan hal yang sama demi apapun semuanya akan aku lakukan kan asal kebersamaan yang kita buat itu bisa berjalan dengan lancar tanpa memikirkan satu sama lain Aku juga berharap permasalahan pada diriku ini bisa berjalan tanpa merepotkan orang lain dan Aku sayang kamu Bagaimana menghadapi orang seperti diriku jika memang sangat stres untuk mengelilingi kota disini aku juga berharap permasalahan itu akan selesai tanpa berpikir panjang semuanya akan nantinya sampai dia mengetahui apa yang terjadi di sisi lain juga semuanya akan bisa berjalan dengan lancar tanpa memikirkan hal-hal yang baru untuk menghancurkan kehidupan mereka begitu besar perasaan yang dimiliki tetapi tidak ada satupun yang bisa menghancurkan tidak ada yang di pungkiri lagi Aku juga berharap tidak ada permasalahan yang juga bisa berkumpul Aku ingin  permasalahan itu bisa berjalan lancar sama lain  gimana permasalahan sosial  akan menghilang begitu saja tanpa kita selamat di sini  manusia saja semuanya bisa saja berubah begitu saja." Ucap Alexia. "Semuanya bisa akan berjalan lancar tanpa memikirkan satu sama lain Sampai detik ini aku berharap Jangan pernah menganggap orang bisa berjalan begitu saja tanpa memikirkan satu sama, Alexia, Aku berharap Jangan ada permasalahan yang baru datang kepada kita doakan saja kalau aku aku terus selamat demi anak ini tidak sabar menanti kelahiran anak sampai aku harus berharap demi mendapatkan yang mana tidak ada satupun yang bisa aku lakukan selain mendapatkan yang terbaik. Kau ingat permasalahan itu akan begitu lancar tanpa memikirkan sesuatu Sampai detik ini hanya ada seseorang yang ini ingin menjadi yang terbaik untuk dirimu sendiri diri tanpa mendapatkan hal-hal yang membuat dirinya perduli apa yang sudah terjadi kalau lihat suami itu sedang tidak baik dia terlanjur untuk melakukan hal-hal yang baru demi mendapatkan yang terbaik juga saat ini jangan ada kata-kata semangat untuk diri sendiri." Ucap Anggita kepada Alexia yang berusaha untuk menenang kan Alexia. "Soal tadi boleh aku bertanya kenapa tatapannya begitu sangat tajam dan kau berlari masuk ke kamar dan tidak ingin bertemu denganku sampai detik itu aku merasa ragu untuk menjelaskan, aku terkejut aku merasa kau tidak mau lagi menemui aku padahal aku tahu tapi itu pikiranku kok sangat jijik melihat wajah pun Awalnya aku Awalnya aku akan tidak percaya diri sampai aku menemukan kan sesuatu yang tanah pada wajahku Sampai detik ini aku masih belum tidak percaya permasalahan yang telah kau berikan saat itu demi apapun aku bisa berjalan mendapatkan yang terbaik sampai kau harus menemukan hal-hal yang baru di sini aku sebagai orang yang tersakiti tidak percaya Maksudnya yang terjadi Sampai detik ini aku memahami permasalahan itu akan terus berjalan tanpa memikirkan sesuatu tidak ada satupun yang akan aku lakukan demi mendapatkan yang terbaik." Ucap Alexia.  "Hahaha.... aku ini berbicara apa aku sampai tidak mengerti tunggu dulu aku ingat pasti gara-gara aku pergi kau berbicara itu aku disitu menahan nangis di situ aku sangat kasihan melihatmu Aku tidak tega dengan risiko yang sangat menderita membuat semua orang merasa tidak sanggup padahal kau itu sedang menjalani hal-hal yang membuat diri kau begitu sangat menderita Aku sangat tidak yakin apa yang telah dilakukan Sampai detik ini aku masih tidak percaya apa yang sudah terjadi pada dirimu padahal Apa yang kau lakukan itu untuk dirimu tidak ada untuk orang lain Alexia adalah aku akan selalu bersamamu tanpa berpikir panjang permasalahan itu akan melalui selamanya Jadi yang menyala itu kekuatan yang telah dilakukan Aku berharap pada dirimu tetap percaya diri anggap ini adalah bawaan dari hamil jika orang lain banyak terkejut kok nggak cantik tidak mungkin bisa terjadi sekira kalau tidak sedang hamil." Ucap Anggita sambil tertawa lepas. " Syukurlah kalau memang kau tidak merasa begitu Cuma aku merasa tidak percaya diri lagi padahal disekitar ku telah banyak membantu dan tidak pernah pergi Hidup siapapun Kau sangat baik dan banyak berjasa kepada orang lain makanya banyak orang menyayangimu tanpa harus berpikir aku kan kan menjahati keluargamu Anggita tidak ada lagi keluarga uang aku pulang tanpa berpikir panjang aku telah menemukan yang terbaik kau saja bekerja di tempat suamiku begitu sangat jujur ajar saja dia percaya tidak sia-sia memang dia memilih dirimu menjadi orang kepercayaannya." Ucap Alexia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD