Pengenalan
Disebuah tempat tepatnya disebuah aula Voli ada beberapa mahasiswa serta mahasiswi yang sedang melakukan latihan di setiap minggunya. Latihan ini merupakan latihan rutin yang dilakukan seminggu dua kali oleh UKM.
Kali ini latihan dibagi menjadi dua sesi sesi pertama yaitu yang berlatih yaitu dari mahasiswa laki-laki, dan sesi kedua yaitu dari mahasiswa perempuan.
Seperti biasa latihan kali ini cukup menyenangkan apalagi ada satu mahasiswi yang cukup baik dalam bermain di permainan bola voli ini. Gadis itu cantik, menarik, dan terkenal pintar seangkatannya. Baik bidang akademik dan non-akademik ia berhasil menguasai itu semua.
Setelah cukup berlatih gadis itu pun akhirnya berisitirahat dan sedang meminum air mineral di sebuah botol yang ia bawa. Sambil merenggangkan otot dan meluruskan kakinya, gadis dengan tinggi kurang lebih seratus enam puluh centimeter itupun terkejut dengan panggilan salah satu temannya.
"Ca, nanti malam nonton yuk !" ajak seorang gadis kepadanya
"Iya Ca, gue suntuk nih di rumah, mau ya ?" ajak teman satunya lagi
"Nggak deh gue nggak ikutan dulu, gue mau fokus ke ujian, lagian Minggu depan kan UTS kita" tolaknya
Kedua temannya yang sudah mengetahui akan hal ini pun hanya menggelengkan kepalanya, betapa rajin dan ambisius nya sahabatnya ini pikir mereka.
"Ya elah Ca, Lo kan pinter ya kali nilai Lo hancur ya nggak Jes? lagian cuma malam ini aja kok, mau ya" ucapnya
"Tapi... Ra"
"Percaya sama gue nggak lama kok, mau ya"
"Tapi..."
"Please" mohon keduanya
Jika sudah begini tidak ada pilihan lain bagi Ica selain menuruti keinginan kedua sahabatnya itu.
"Okedeh" pasrahnya
"Yes makasih BESTie"
Ketiganya pun berpelukan. Beginilah persahabatan mereka mereka selalu lengket dan terkesan tidak mudah dipisahkan. Diketahui ketiganya Gadis itu bernama Clarissa Jovanka atau yang akrab disapa Ica. Ica merupakan anak pertama dari dua bersaudara dia memiliki seorang adik yang masih duduk di bangku SMA.
Sedangkan kedua sahabatnya itu bernama Putri Prastiwi atau yang akrab disapa Putri, dan Rara Paramitha atau yang akrab disapa Rara.
Putri merupakan anak tunggal kaya raya, papa Putri yang memiliki perusahaan di bidang transportasi, sedangkan sang mama memiliki butik di salah satu di kota Jakarta.
Sedangkan Rara merupakan anak kedua dari dua bersaudara, Rara memiliki seorang kakak laki-laki yang merupakan anggota polri yang saat ini dipindah tugaskan di Bandung. Sedangkan kedua orang tua Rara bekerja sebagai seorang Dokter yang bertugas di kota Jakarta.
Sesuai kesepakatan setelah latihan, dan membersihkan diri, ketiganya akhirnya bergegas menuju mall yang berada di pusat kota. Sesampainya di sana ketiganya bergegas menuju bioskop yang letaknya berada di lantai tiga di gedung itu.
Dilain tempat, terdapat seorang pria yang tampan, bertubuh tegap, rahang tegas, tetapi sangat dingin sedang sibuk dengan kegiatannya yaitu mengetik lembaran soal-soal di laptopnya dengan ditemani secangkir kopi panas yang sebelumnya dibuatkan oleh maid di mansion itu.
Hingga tak lama suara ketukan pintu pun membuyarkan konsentrasinya.
"Devan, ayo makan malam yuk"
Ternyata yang memasuki kamarnya adalah sang mama yaitu mama Briana
yang mengajaknya untuk makan malam.
"Sebentar ma, Devan belum selesai"
"Masih bikin soal ya ?"
"Iya ma" jawabnya yang masih fokus dengan laptopnya
"Ya sudah kalau udah selesai cepat kebawah makan dulu, ingat kamu punya maag jangan sampai telat makan !" peringat mama Briana
"Iya ma habis ini Devan langsung ke bawah"
"Oke kalau gitu,mama kebawah dulu ya" pamitnya kepada sang anak dan hanya diangguki oleh Devan.
Beberapa saat kemudian Devan pun telah menyelesaikan tugasnya dan menuju ke bawah untuk makan malam bersama keluarganya. Terlihat disana mama Devan dan papanya susah menunggunya. Devan pun duduk di dekat sang papa yang berhadapan langsung dengan sang mama.
"Makan dulu sayang nih mama ambilkan lauknya ya"
"Makasih ma"
"Akhir-akhir ini kelihatannya kamu sibuk sekali Van ?" tanya sang papa
"Iya pah, soalnya Minggu depan akan ada UTS di kampus, dan Devan sedang sibuk membuat soalnya" jawab Devan yang kembali memakan makannya
"Oh iya Van,besuk papa dapat undang makan malam di rumah teman papa, kamu ikut ya" ajaknya
"Em... maaf pa, kayaknya Devan nggak bisa deh"
"Ayolah Van, sebentar aja kok, lagian ini yang ngundang teman lama papa dan papa kemarin juga udah bilang kalau mau ngajak kamu mau ya"
"Ya sudah pa, Devan mau"
Mendengar persetujuan dari anaknya senyum sang papa pun terukir, dan mereka bertiga pun kembali menikmati makan malam mereka. Inilah keluarga Devan. Devan merupakan anak tunggal dari pasangan Tuan Samuel dan Nyonya Briana. Samuel memiliki bisnis di bidang expor impor, sedangkan sang mama membuka resto, ya karena sedari awal mama Briana sangat gemar akan memasak.
Oleh sebab itu beliau menyalurkan hobinya itu dengan cara membuka cafe. Setelah selesai makan, Devan kemudian berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk ke kamar guna melanjutkan tugasnya yang belum usai.
Dilain tempat Ica yang baru saja sampai di rumahnya pun langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Saat masuk ke dalam rumah dia pun melihat kedua orang tuanya yang sedang menonton tv. Sang mama yang mendengar suara langkah kaki pun menoleh dan mendapati anak gadisnya itu yang baru saja pulang. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam lewat.
"Ehem... baru pulang ?" tanya sang mama
"Eh mama, hehe iya ma. Mama sama papa belum tidur" tanyanya basa-basi
"Gimana belum tidur kalau anak gadis papa ini belum pulang, kamu ini dari mana aja sih nak jam segini kok baru pulang" tanya sang papa
Karena merasa bersalah akhirnya Ica pun duduk di sofa bersama kedua orangtuanya.
"Anu pah, Ica tadi baru pulang nonton hehe" ucapnya yang menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Kamu itu kebiasaan, lain kali kalau mau pulang malam tuh bilang sama papa atau sama mama, nih mama Samapi khawatir loh nungguin kamu tadi" ucap sang papa
"Maaf pa,ma Ica janji ini yang terakhir kalinya deh"
"Hah... ya sudah kalau gitu mandi habis itu makan terus istirahat ya nak, jangan begadang" peringat sang mama
"Iya ma, Ica keatas dulu pa,ma" pamitnya dan dia pun segera berlari menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.
Mereka adalah kedua orang tua Ica yang bernama Papa Brian dan Mama Maureen. Papa Brian mempunyai perusahaan di bidang expor dan impor sama seperti papa Devan. Bahkan tanpa Ica ketahui kalau papa Brian dan Papa Samuel itu sudah bekerja sama dimulai tahun kemarin. Sedangkan sang mama Maureen memiliki usaha butik yang saat ini berkembang pesat.
Melihat tingkah laku anaknya mama serta papanya pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Anakmu itu, ada aja kelakuannya" ucap sang papa
"Anakmu juga kali pa" ucap sang mama
Sesampai di kamar Ica pun langsung membersihkan tubuhnya lagi dan merebahkan tubuh nya di kasur yang empuk. Sesekali dia pun mendengarkan musik dari ponselnya hingga ia pun tertidur hingga pagi.