14

2005 Words

Langkah dua anak manusia itu beriringan menuju villa besar kebanggan keluarga Soeteja. Ada rasa yang tak dapat Zia ungkapkan, ketika tangannya sedang berada dalam genggaman seseorang yang menjanjikan masa depan untuknya. Sosok pria yang tak pernah Zia sangka akan datang dalam hidupnya. "Kita lewat samping." Kata Alfa dengan tangan yang masih merekat erat dalam jemari Zia. Zia hanya diam mengikuti, membiarkan langkahnya mengikuti langkah lelaki pilihan Ayahnya ini. Genggaman Zia sedikit mengerat, ketika matanya mendapati beberapa orang yang ia yakini adalah keluarga besar dari Alfa sedang duduk berkumpul di sebuah meja besar di tengah taman. Jantungnya kembali berdebar dengan rasa gugup yang teramat kentara. Sungguh, masalah bertemu dengan calon keluarga suami membuat Zia pening seketika.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD