Jantung Zia sudah tak tahu rasanya, yang ia rasakan sekarang yaitu debaran yang membuatnya sesak nafas hingga tidak sanggup mencerna maksud makhluk hidup disampingnya ini. "Zi?" Panggil Alfa lagi. "Mau gak?" Desak Alfa tak sabaran, sungguh hati Zia masih sulit meraba apa yang dimaksudkan oleh Alfa. "Gak, aku gak mau seperti cerita ini." Jawab Zia mencoba santai. Padahal giginya sudah mengigit bagian dalam bibirnya gemas, tanda ia gugup sekarang. Alfa terlihat menegang ketika mendengarnya, "Kenapa?" "Karena, Anya akan kehilangan bayinya. Walaupun kisah akhirnya happy ending, tapi aku tak ingin memiliki kisah hidup seperti mereka." Jelas Zia, tanpa melihat wajah tampan yang saat ini sedang diam saja. "Jadi kamu menolak saya?" Sebuah pertanyaan pendek, yang membuat Zia tersedak ludahnya

