Ibrar pun berlalu menuju mobilnya. Ibrar tidak terbiasa pergi bersama supir. Ia lebih senang dan merasa nyaman menyetir mobilnya sendiri. Ia pun tidak suka terlibat dalam pembicaraan yang tidak penting dengan orang lain.
Oleh karena itu Ayahnya menyuruh pekerja untuk menjemputnya dan membawakan mobil untuknya. Kini Ibrar mulai mengendarai mobil kesayangannya.
Mobil berwarna hitam itu nampak gagah dan sangat sempurna untuk dikendarai oleh Ibrar. Bagaimana tidak, keluarga Ibrar adalah keluarga konglomerat. Mereka memiliki beberapa mobil mewah, baik di Dubai maupun di Pakistan.
Berikut adalah sederet mobil mewah milik Keluarga Ibrar yang ada di Dubai.
Sedan Mercedes Benz Maybach S Class; Sedan BMW 750Li keluaran tahun 2015; Ferrari SF90 Stradale; Jaguar XF 3.0L V6; dan Land Rover - Range Rover.
Dari kelima mobil mewah ini, semua memiliki nomor plat kendaraan yang sama. Tentu saja sebagai tanda bahwa mobil-mobil mewah ini adalah milik keluarga Kareem.
Saat ini Ibrar sedang mengendarai mobil favoritnya. Salah satu SUV mewah yang di produksi di Inggris oleh Land Rover. Iya, mobil favorit Ibrar adalah Range Rover Sport keluaran terbaru. Mobil itu dibanderol seharga tujuh ratus ribu dirham Uni Emirat Arab.
Di Indonesia, harga mobil ini setara dengan dua milyar tujuh ratus juta rupiah off the road. Artinya belum termasuk pajak. Dimana harga on the road setelah ditambahkan pajak menjadi sekitar tiga milyar rupiah.
Tak ayal, harga sebuah mobil Range Rover di Indonesia dengan tipe termurah berkisar dinilai satu setengah milyar rupiah. Sedangkan harga dengan tipe terbaru mencapai empat milyar rupiah.
Facelift Range Rover Sport 2019 hadir dengan sejumlah penyegaran dan pilihan versi plug-in hybrid untuk pasar internasional.
Pada eksterior terjadi perubahan termasuk gril dengan desain baru dan lebih ramping yang menambah tampilan mewah SUV ini. Dipadukan dengan lampu depan Matrix LED dengan lampu daytime siang hari, SUV ini juga hadir dengan indikator penerangan yang berurutan.
Bumper depan juga mendapatkan penyegaran dan tampil lebih rendah untuk memberi lebih banyak udara dalam mendinginkan rem. Di bagian samping, kisi-kisi udara kini memiliki empat lubang.
Range Rover ini memiliki bumper belakang yang juga baru dengan knalpot ganda. Tampilan model ini semakin sporty dengan velg desain baru.
Interior pada jajaran Range Rover ini sekarang lebih banyak mengaplikasikan teknologi modern.
Contohnya Layar Touch Pro Duo dan sistemnya dilengkapi dengan dua sistem layar sentuh seperti yang diaplikasikan di Range Rover Velar. Layar ini menyediakan akses ke sejumlah kontrol mulai dari navigasi, musik, hingga Terrain Response System.
Range Rover Sport baru ini juga dilengkapi dengan tempat duduk eksekutif dan opsional dalam empat tata letak. Kursi lebih lebar dan lebih nyaman untuk kenyamanan yang lebih baik dan juga dilengkapi dengan fungsi pijat.
Dan yang tak kalah menyenangkan adalah dengan hadirnya sunroof yang sangat memukau.
Hari sudah siang. Jam tangan Alexandre Christie di pergelangan tangannya menunjukkan pukul dua saat ini. Ibrar pun menyempatkan untuk makan siang.
Ia ingat ada restoran biryani yang enak di jalan Al Qasimi Al Qasimia Al Nud. Kemudian Ibrar pun melajukan mobilnya ke restoran itu. Kebetulan sekali, restoran itu biasanya baru buka pukul satu siang.
Tak membutuhkan waktu lama, kini Ibrar sampai di restoran yang dimaksud, yaitu Syed Al Biryani Restaurant. Restoran ini memiliki ulasan berbintang empat di google.
Setelah masuk dan memilih tempat duduk, Ia pun memesan menu small size serve one (ukuran kecil dengan satu porsi penyajian).
Beef biryani, biryani rice, vegetable salad, dan teh adalah menu yang Ibrar pesan. Lima belas dirham untuk beef biryani, delapan dirham untuk biryani rice, delapan dirham untuk vegetable salad, dan empat dirham untuk teh.
Setelah menyelesaikan makan siang, Ibrar menyempatkan untuk mampir ke sebuah supermarket. Ia membeli beberapa makanan dan minuman untuknya.
Ia membeli kue pastry kesukaannya, kentang goreng dan beef burger favoritnya. Tak lupa Ia juga membeli beberapa botol air mineral.
Setelah itu Ibrar merasa lelah dan ingin segera sampai di apartemennya. Di Dubai, sehari-hari Ibrar tinggal sendiri di apartemen. Hanya terkadang saja Ia tinggal di rumah Ayahnya, kala Ayahnya kembali ke Dubai.
Selang beberapa menit, kini sampailah Ibrar di apartemennya. Jethanand Lakhand Appartments adalah namanya. Apartemen itu terletak di Corniche Street 6, Al Mareija, Sharjah, Dubai.
Apartemen ini letaknya dekat dengan the Maritime Museum Sharjah (Musium Maritim Kota Sharjah), di belakang the Zam Zam Hotel, dan berseberangan melintasi sungai dengan the Sharjah Court (Pengadilan Kota Sharjah).
Ibrar memilih apartemen ini karena suasananya lebih tenang dan nyaman, baik di siang hari maupun di malam hari. Dari apartemennya, Ibrar bisa melihat pemandangan sungai yang indah.
Sungai itu memanjang, terhampar membelah Kota Sharjah. Sungai itu bersih dan indah dilengkapi dengan pohon-pohon kurma di sepanjang jalan serta bangku-bangku taman untuk duduk-duduk.
Di malam hari, teman-teman Ibrar sering berkunjung dan mengajak Ibrar keluar rumah. Hanya untuk sekedar makan malam, atau terkadang jalan-jalan ke pantai.
Terkadang Mereka hanya sekedar berjalan-jalan di tepian sungai di depan apartemen sambil ngobrol-ngobrol santai. Namun tak ayal pula, terkadang Mereka kebablasan berkendara hingga sampai ke pusat Kota Dubai.
Cuaca Kota Sharjah sangat panas pada siang itu. Empat puluh derajat celcius. Sesampainya di apartemen, Ia segera mandi kemudian tertidur.
Setelah bangun, Ia menghubungi Ayahnya. Kemudian Ayahnya menyuruhnya untuk datang ke Kantor.
Baik kantor auto workshop and maintenance, ataupun kantor auto spare parts establishment, keduanya mempunyai jam buka tutup yang sama.
Kantor Mereka buka pada jam delapan pagi sampai jam satu siang. Kemudian tutup untuk istirahat dari jam satu sampai jam tiga siang. Dan kembali buka pada pukul tiga sampai delapan malam.
Tak ayal, Tuan Tariq sering standby di kantor sampai jam sembilan malam. Jam enam sore Ibrar pun sampai di kantor auto workshop and maintenance milik Mereka. Kemudian Ibrar pun menemui Ayahnya di ruangan officer.
"Assalamu'alaikum! Selamat petang Ayah," sapa Ibrar kepada Ayahnya saat Ia sampai di depan pintu ruangan officer.
"Waalaikumsalam," sapa balik Tuan Tariq.
"Ohoo! Anak tampan Ayah sampai juga akhirnya," lanjut Tuan Tariq.
"Alhamdulillah Ayah. Bagaimana kabar Ayah?" tanya Ibrar berbasa-basi.
"Alhamdulillah. Semuanya berjalan baik. Lalu, bagaimana dengan perjalananmu? Apakah semuanya berjalan baik juga?" tanya Ayahnya.
"Iya Alhamdulillah. Semuanya sempurna," jawab Ibrar.
"Baguslah kalau begitu," sahut Ayahnya.
"Oh iya. Ayah sudah mengurus semua hal yang berkaitan dengan pendaftaran kuliahmu di The University of Sharjah. Sementara menunggu semua proses dan jadwal perkuliahan, Kamu bisa langsung memulai untuk terjun langsung ke perusahaan. Bagaimana? Apa Kamu sudah siap?" tanya Ayahnya.
"InshaAllah Ibrar siap Ayah," jawab Ibrar mantap.
"Bagus! Anak baik!" ucap Tuan Tariq.
"Perlu Kamu ketahui, kedua perusahaan Kita yang ada di Dubai lebih besar dari kedua perusahaan Kita yang ada di Pakistan!" ucap Tuan Tariq.
"Iya Ayah. Ibrar tahu itu," jawab Ibrar.
"Oke. Ayah harap Kamu mengerti dan bisa mengambil sikap dalam mengelolanya. Ingat! Perusahaan Kita adalah perusahaan kelas dunia. Banyak perusahaan luar negeri menjadi mitra perusahaan Kita," ucap Tuan Tariq.
"Iya Ayah. InshaAllah Ibrar akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan Kita," jawab Ibrar.
"Oke. Kalau begitu, bersiaplah! Ayah akan memperkenalkan Kamu dengan para pekerja Kita!" ucap Ayahnya.
"Oke Ayah," jawab Ibrar.
Kemudian Tuan Tariq menelepon supervisor dari kantor itu. Tak lama kemudian, datanglah supervisor itu ke ruangan Tuan Tariq.
Setelah berkoordinasi dengan supervisor itu, akhirnya Tuan Tariq memutuskan untuk memperkenalkan Ibrar kepada semua pegawainya di kantor itu seperempat jam sebelum jam kantor tutup.
"Oke anak tampan! Sementara menunggu, Kamu bisa berkeliling untuk melihat-lihat situasi dan kondisi perusahaan Kita. Amatilah bagaimana rutinitas kesibukan para pegawai Kita! Lalu ambillah pelajaran dari apa yang Kamu lihat! Mengerti?" perintah Ayahnya.
"InshaAllah Ibrar mengerti Ayah," jawab Ibrar.