Part 4. Hari Pertama di Sharjah

1780 Words
"Bagus! Tetaplah menjadi putra kebanggaan Keluarga Kareem!" ucap Tuan Tariq. "InshaAllah Ayah. Ibrar akan berusaha sebaik mungkin. Ibrar tidak ingin mengecewakan Ayah," jawab Ibrar. "Ok! Sekarang Kamu bisa di dalam kantor sambil bermalas-malasan menggunakan sosial media. Atau.., mungkin Kamu bisa memulai harimu dengan berjalan-jalan menikmati suasana bengkel kerja Kita? Semua pilihan ada padamu," ucap Tuan Tariq dengan gaya bahasanya yang khas. Memahami apa maksud dan keinginan Ayahnya, Ibrar pun bergegas berpamitan untuk melihat-lihat situasi dan kondisi perusahaan Mereka itu. "Baiklah Ayah! Aku akan melihat-lihat situasi dan kondisi perusahaan Kita," pamit Ibrar sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruangan officer itu. "Oke! Selamat menikmati harimu, anak tampan!" ucap Tuan Tariq sambil tersenyum. Beliau merasa senang karena Ibrar selalu bisa memahami apa keinginannya. Ibrar juga selalu menurut dan tidak pernah memberontak akan apa yang Beliau ajarkan dan perintahkan. "Oke. Baiklah! Nampaknya Aku harus memulai pekerjaanku lebih awal disini, di hari ini juga," gumam Ibrar saat Ia berdiri, setelah mengenakan sepatunya. Kemudian Ia mulai berjalan menjauh dari ruangan kantor officer itu. "Baru juga beberapa jam yang lalu Aku tiba di Sharjah. Aku juga belum sempat bertemu ataupun mengabari teman-temanku bahwa aku telah tiba di Sharjah hari ini. Akan tetapi Aku harus memulai hari pertamaku dengan bekerja," gumam Ibrar lagi, menggerutu sambil berjalan. "Oh Allah. Tak bisakah Aku seperti teman-temanku yang lain? Seperti anak-anak muda lainnya yang sebaya denganku? Menikmati masa-masa muda Mereka dengan berkumpul, merencanakan sesuatu dan melakukan hal-hal bersama teman-teman untuk dikenang di kemudian hari?" lanjutnya lagi, masih menggerutu. Ia pun masih melanjutkan jalannya. Masih sambil meratapi nasibnya, hingga setelah beberapa saat, kemudian Ia pun tersadar dari semua pikirannya. "Oh. Tidak, tidak! Maafkan Aku ya Allah! Maafkan Aku! Aku tidak bermaksud untuk mengingkari nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, ya Allah. Aku tahu. Diluar sana, banyak sekali anak muda lainnya yang menginginkan menjadi Aku. Dan Aku harus selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, ya Allah. Ya.., ya..! Setidaknya Aku masih mempunyai beberapa teman dekat yang tulus, dan Kami masih bisa berkumpul sesekali waktu. Alhamdulillah," gumam Ibrar lagi, masih sambil berjalan tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Kemudian Ia pun berhenti sejenak, mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Seketika Ia tersadar, Ia telah melewatkan apa tujuannya saat keluar dari ruangan officer itu. "Astaghfirullah hal adzim! Apa yang telah Aku lakukan? Oke, baiklah! Nampaknya Aku harus kembali ke perjalanan awal dari luar ruangan officer, dan memulai untuk mengerjakan pekerjaanku," gumam Ibrar lagi. Kemudian Ia pun kembali ke titik awal penjelajahannya dari dekat ruangan officer itu. Lalu, Ibrar pun mulai serius mengerjakan tugasnya, seperti keinginan Ayahnya. Beberapa pekerja telah mendengar kabar desas-desus akan kehadiran Tuan Muda dari pemilik perusahaan Mereka, terlebih para pemilik jabatan di perusahaan itu. Mereka yang mengetahui siapa itu Ibrar, memberi salam hormat kepada Tuan Muda Mereka. Sedangkan para pekerja lainnya yang tidak mengetahui siapa itu Ibrar, hanya cuek dan melakukan pekerjaannya dengan baik. Mereka mengira Ibrar hanyalah salah satu pelanggan dari perusahaan Mereka yang sedang berkeliling untuk melihat-lihat kondisi bengkel karena jenuh menunggu di ruangan tunggu. Saat ini, perusahaan yang Ibrar datangi adalah kantor auto workshop and maintenance milik ayahnya. Di Indonesia, orang biasa menyebutnya sebagai bengkel dan tempat perawatan mobil. Akan tetapi, tidak seperti bengkel-bengkel yang lainnya, bengkel mobil milik Keluarga Kareem adalah bengkel mobil istimewa. Mereka khusus melayani mobil-mobil mewah seperti Land Rover, Range Rover, Discovery, Mercedes Benz dan Jaguar. Sama halnya dengan perusahaan bengkel dan tempat perawatan mobil milik Mereka, begitu juga yang terjadi dengan perusahaan auto spare parts establishment milik Mereka. Perusahaan auto spare parts establishment adalah perusahaan pendirian suku cadang mobil. Di perusahaan milik Keluarga Kareem ini, Mereka menyediakan semua spare parts dari semua mobil mewah yang Mereka tangani. Dari spare parts terkecil sampai terbesar, semuanya lengkap tersedia termasuk semua aksesoris mobil. Perusahaan ini sangatlah besar dan berskala internasional. Rekanan perusahaan Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang sama di seantero dunia, terlebih di seluruh Asia dan Eropa. Mereka adalah stakeholder besar dan terlengkap yang memainkan peran penting dalam usaha perbengkelan dan pendirian suku cadang mobil khusus untuk mobil-mobil mewah di seluruh Asia dan Eropa, begitu juga dengan negara-negara di benua lainnya. Untuk kedua perusahaan ini, baik bengkel maupun pendirian suku cadang, keduanya selalu bertahan di bintang 4,8 ulasan Google oleh pelanggan Mereka. Kredibilitas Mereka sangatlah baik dan diakui di setiap negara. Dengan alasan ini, Ibrar harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan semua prestasi yang telah Ayahnya dapatkan. Ibrar tahu benar, Ayahnya telah bekerja keras untuk sampai pada titik kesuksesan ini. Ibrar sangat memahami betapa banyak pengorbanan dan kerja keras yang telah Ayahnya lakukan, dimana semua itu membentuk karakter kepribadian Ayahnya. Kini Ibrar tengah asyik menikmati pekerjaannya. Ia memperhatikan setiap sisi dari perusahaan itu, berikut dengan aktivitas para pegawainya di setiap bagiannya masing-masing. Seseorang nampaknya menyadari kehadiran Ibrar di tengah-tengah Mereka yang sedang mengawasi kinerja Mereka. Pria paruh baya itu mendekati Ibrar dan menyapa Ibrar. "Assalamu'alaikum! Selamat petang, Tuan Ibrar! Adakah yang bisa Saya bantu untuk Anda, Tuan?" tanya lelaki paruh baya itu. "Waalaikumsalam. Selamat petang juga untuk Anda! Akan tetapi maaf! Anda ini siapa? Dan dari mana Anda tahu nama Saya?" tanya balik Ibrar kepada lelaki itu. "Oh iya. Sebelumnya maaf! Perkenalkan! Nama Saya Shahab. Saya adalah Kepala bengkel di perusahaan auto workshop and maintenance milik Ayah Anda ini," jawab lelaki paruh baya itu. "Hmm. Begitu ya?" tanya Ibrar. "Iya Tuan," jawab Kepala bengkel itu. "Kalau boleh tahu, apa job description Anda, Pak?" tanya Ibrar. "Oh. Saya adalah Kepala bengkel disini. Saya bertanggung jawab sepenuhnya atas berjalannya perusahaan auto workshop and maintenance ini, kalau Tuan Tariq tidak sedang berada di kantor. Semua pegawai dan semua kepala, seperti kepala mekanik, supervisor, customer service, dan yang lainnya berada di bawah tanggung jawab Saya," jelas Kepala bengkel itu. "Oh. Oke, oke, baiklah! Akan tetapi dari mana Anda tahu tentang Saya?" tanya Ibrar lagi, menginginkan kejelasan. "Oh, tentang itu. Tuan, sebenarnya Kami, para staf telah diberitahu sebelumnya akan kedatangan Anda hari ini," jawab lelaki paruh baya itu. "Oh. Oke, oke! Akan tetapi, baik Saya maupun Ayah Saya tidak pernah mempublikasikan wajah Saya di media manapun sejak sekitar lima tahun terakhir. Bagaimana Anda bisa mengenali Saya? Ayah Saya tidak menyebarkan foto pribadi Saya kepada para staf kan?" selidik Ibrar. "Oh. Tidak, tidak, Tuan! Anda tenang saja! Ayah Anda tidak pernah menyebarkan foto pribadi Anda kepada siapapun. Akan tetapi Saya bisa mengenali Anda dari aura Anda. Dan kebetulan tadi Saya melihat kedatangan Anda di perusahaan ini. Saya perhatikan Anda langsung memasuki ruangan officer. Dari situlah Saya tahu bahwa Anda adalah Tuan Ibrar, Putra dari Tuan Tariq Kareem," jelas pria paruh baya itu. "Oh. Iya iya. Saya mengerti sekarang," jawab Ibrar. "Iya Tuan. Lalu bagaimana? Apakah Tuan membutuhkan sesuatu? Mungkin Saya bisa membantu," tawar pria itu. "Oh. Tidak, tidak! Saya hanya melihat-lihat keadaan perusahaan saja. Karena mulai besok Saya akan dilibatkan dalam kepengurusan perusahaan ini," jawab Ibrar. "Oh. Baiklah kalau begitu, Tuan. Selamat menjalankan aktivitas Anda! Hubungi Saya kalau sewaktu-waktu Anda membutuhkan bantuan! Saya siap membantu Anda," ucap pria itu. "Yaa, yaa. Terima kasih! Anda bisa kembali pada pekerjaan Anda sekarang!" jawab Ibrar. "Iya Tuan. Baiklah, Saya akan kembali ke ruangan Saya. Sampai jumpa! assalamu'alaikum!" pamit pria itu. "Iya. Sampai jumpa! Wassalamu'alaikum!" jawab Ibrar. Kemudian lelaki itu pun pergi menjauh dari Ibrar, dan Ibrar kembali asyik dengan aktivitasnya. Ibrar pun menjelajahi setiap sisi dari perusahaan itu. Hingga akhirnya langkahnya sampai pada customer service area. Menyadari kehadiran sosok pemuda tampan dan berkelas, seorang customer service itu pun mendekati Ibrar dan menyapa Ibrar. "Selamat petang, Tuan! Adakah yang bisa Saya lakukan untuk Anda?" tanya gadis customer service itu. "Maaf! Maksud Anda apa ya? Dan Anda ini siapa? Dari seragam yang Anda kenakan, tampaknya Anda adalah salah satu pegawai di perusahaan ini. Apakah Saya benar?" tanya Ibrar sambil memandang gadis yang ada di hadapannya itu. 'Astaghfirullah hal adzim! Astaghfirullah hal adzim!' ucap Ibrar di dalam hati seraya menekan dadanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Maaf Tuan! Iya, Anda benar sekali, Tuan! Saya adalah salah satu customer service yang bekerja untuk perusahaan auto workshop and maintenance ini," jawab gadis itu. "Ooh. Oke, oke," sahut Ibrar. 'Oh. Tampaknya Dia belum tahu tentang siapa Aku sebenarnya,' ucap Ibrar di dalam hatinya. "Lalu, apa maksud Anda dengan menawarkan bantuan kepada Saya tadi?" lanjut Ibrar bertanya kepada gadis itu. "Oh. Sekali lagi maaf, Tuan! Saat Saya melihat Anda, sepertinya Anda sedang mencari-cari dan memperhatikan sesuatu. Barangkali Anda sedang membutuhkan bantuan? Kami siap membantu Anda," jawab gadis itu sambil berusaha memberikan senyum termanisnya. "Oh. Yaa, yaa! Anda benar sekali! Saya memang sedang jalan-jalan sambil melihat-lihat suasana dan aktivitas para pegawai di perusahaan ini," jawab Ibrar ramah. "Oh. Begitu rupanya. Akan tetapi, apakah Anda membutuhkan suatu bantuan, Tuan? Kami siap melayani apapun yang Anda butuhkan," ucap gadis customer service itu tetap berusaha menawarkan bantuan. "Oh, iya! Saya ada satu permintaan untuk Anda," jawab Ibrar. "Oh, iya kah Tuan? Baiklah, tolong beritahu Saya! Apakah permintaan Anda itu, Tuan?" ucap gadis customer service itu dengan wajah berbinar. "Permintaan Saya adalah bisakah Anda berpakaian lebih sopan? Tolong kancingkan kemeja Anda sampai bagian leher dan pakailah rok Anda minimal sebatas lutut! Saya tahu ini Dubai. Semua gadis berpakaian sexy dengan mini dress. Akan tetapi ini adalah kantor tempat Anda bekerja. Hargailah tempat Anda bekerja ini!" jawab Ibrar. "Dan iya. Terlebih Anda adalah seorang customer service di perusahaan ini. Bagi perusahaan, customer service adalah wajah dari perusahaan. Pelanggan akan menilai baik buruknya perusahaan dari pelayanan seorang customer service. Saya harap Anda mengerti," lanjut Ibrar. "Ohh. Maaf Tuan! Saya tidak tahu kalau Anda akan meminta Saya untuk melakukan itu. Saya pikir, karena semua pelanggan dari perusahaan ini adalah laki-laki, Tuan. Sebagian besar dari Mereka menyukai gadis berpakaian sexy. Maka dari itulah saya memakai pakaian seperti ini," jawab gadis customer service itu. "Oke! Saya terima alasan Anda. Akan tetapi Saya harap Anda bisa mempertimbangkan saran yang telah Saya berikan kepada Anda tadi," ucap Ibrar. "Bukankah Anda tahu bahwa perusahaan ini adalah perusahaan besar berlevel internasional?" lanjut Ibrar bertanya kepada gadis customer service itu. "Iya Tuan. Pastinya Saya tahu," jawab gadis itu. "Bukankah Anda juga tahu bahwa perusahaan ini selalu mempertahankan kredibilitasnya dengan ulasan pelanggan di Google?" tanya Ibrar lagi. "Iya Tuan, Saya selalu mengeceknya. Itu adalah bagian dari tugas customer service," jawab gadis itu. "Baguslah kalau Anda memahami itu. Coba beritahu kepada Saya! Bertahan di bintang berapakah ulasan go6ogle untuk perusahaan ini?" tanya Ibrar. "Alhamdulillah Kami selalu bertahan di bintang empat koma delapan, Tuan," jawab gadis itu. "Nah! Itu Anda juga tahu kan? Apakah Anda juga memperhatikan apa saja isi dari ulasan pelanggan dari perusahaan ini di Google?" selidik Ibrar. "Iya Tuan, Saya selalu membacanya," jawab gadis itu. "Bagus! Coba katakan kepada Saya! Apa topik yang selalu para pelanggan ulas?" tanya Ibrar. "Mereka selalu mengulas tentang pelayanan dan betapa bagusnya kinerja dari pegawai dan manajemen perusahaan Kami ini, Tuan," jawab gadis itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD