Legenda Sekolah

915 Words
Hari ini adalah malam ke-7 di culiknya ayah Sovia. Selama itu pula acara do'a digelar di pondok pesantren. # Pagi ini Sovia pergi ke sekolah di antar oleh farida(seorang santri pengabdian). Sesampainya di sekolah Sovia langsung masuk ke kelas nya. Karna, waktu telah menunjukkan pukul 06:58. 09:07 Saat ini Sovia sedang duduk di salah satu bangku kantin menikmati Dimsum & Es boba greentea.di saat Sovia sedang asyik makan, tiba-tiba... "Hai" Sapa seseorang. "uhuk-uhuk" Sovia tersedak. Orang yang mengagetkan nya membantu mengambil kan minum."pelan-pelan napa makan nya" komentar nya saat Sovia sedang minum. "Kak Azmi sih ngagetin!!! " Sovia berkomentar. * Azmi Alam Syah seorang cowok SMA kelas XI A yang cukup misterius di mata Sovia sekaligus cinta pertama nya. Namun, Sovia belum berani mengungkapkan hal itu* Azmi cengengesan. Ia menarik kursi yang ada di depan Sovia, Azmi duduk lalu terjadilah percakapan diantara mereka berdua. "Darimana aja kamu 12 hari gak masuk sekolah? " Tanya Azmi. "Mana ada 12 hari, cuma 9 aja kok" Sovia sedikit mengoreksi. "Kalimat mu salah itu kalo udah pakai kata 'cuma' berarti gak usah pakai kata 'aja' " Azmi mengoreksi kalimat Sovia sebelum nya. "Hm... " Balas Sovia singkat. "kakak mau "ucap Sovia sambil menyuapkan Dimsum somay. " Jangan ngalihin topik, kamu darimana 9 hari gak masuk sekolah? " Azmi terus mendesakkan pertanyaannya. "Liburan" Jawab Sovia datar sambil terus menikmati makanan nya. "Kemana? " "Pantai" "Pantai mana sampai 9 hari? " ditengah percakapan itu, tiba-tiba... Ding... Ning... Ning... Ning... "Perhatian panggilan kepada wakil ketua kelas, kelas VIII F beserta sekretaris nya. Atas Nama Zaidatus Sovia, Kartika Sari, & Asmana Yuna. Ditunggu kehadirannya di ruang BK. sekian terima kasih" Mengetahui namanya di panggil Sovia langsung menyelesaikan kegiatan nya lalu berpamitan pada Azmi. "duluan ya kak" ucap Sovia sambil berdiri dari tempat duduk nya. "Aku antar ya?! " Azmi ikut berdiri "gak usah kak, aku sendiri aja" tolak Sovia yang kemudian berlalu meninggalkan Azmi. "Apakah kau belum percaya padaku, Sovia" # Saat ini Sovia, Sari, &Yuna sedang berada di ruang BK menghadap bu Eva (guru BK sekaligus walikelas mereka). "setelah inikan ada jam pelajaran IPA sama bahasa Indonesia ya" Sovia dkk mengangguk. "Nah ini guru-guru nya gak bisa masuk, karna izin. Tapi mereka udah kasih tugas" Tutur bu Eva sambil memberikan selembar kertas. "Nanti buku-buku nya taruh di ruangan ini aja, oh ya hati ini jadwal kalian piket kan nanti sebelum pulang kelas nya dibersihkan dulu ya" # 14:06 Sekolah telah usai 36 menit yang lalu, saat ini Sovia bersama kedua teman nya berjalan sambil membawa setumpuk buku di gendongan mereka. "Capek kali lah hari ini, nulis tugas, ngumpulin tugas, piket. Mana sekolah udah lumayan sepi lagi" Sari menggerutu. "Ya udah lah Sar, kan gak tiap hari juga kita kayak gini" Sovia menimpali. "Eh, guys inget gak sama ruangan terlarang" Yuna mengalihkan topik&memancing pembicaraan ke arah hal yang berbau mistis. "Tau, yang ada di gedung SMA kan" Sari terpancing. "Katanya sih ruangan itu angker" Yuna melanjutkan. "Dari yang aku denger ya, sebenernya ruangan itu tuh kelas.terus suatu hari walikelas nya gantung diri disana" Sari mejabarkan. "Apa an sih guys ngomongin begituan" Sovia berniat mengakhiri. "ya elah Sov,ini masih siang ege?! " Sari mengejek. "Kamu takut ya?!! " Yuna ikut mengejek. "Takut, gue, sorry ye! " Sovia berpura-pura. "idih sok Jakarta kau pake 'gue' segala" Mereka tertawa. "gimana kalo habis naruh buku kita kesana?" Yuna mengajak teman-teman nya. "Boleh tuh, seru kayaknya" Tampaknya Sari ingin uji nyali. "Aku gak ikut ya, masih ada les soal nya" Sovia beralasan. "Katanya gak takut, kok gak ikut sih" Sari memprovokasi. "Ayolah Sovia, sekali ini aja deh" Yuna membujuk Sovia. "ya udah aku ikut" Sovia pasrah. "Asyik, gitu dong" Kini Sovia, Sari, &Yuna sudah berada di depan kelas angker itu. "Mau ngapain nih sekarang" Sovia bertanya kepada kedua temannya. Karna, sejak 3 menit yang lalu mereka bertiga hanya mondar-mandir tidak jelas di depan kelas. "Masuk aja gimana? " Sari menyarankan "udah gila kau, nanti kalau kita nanti kenapa-kenapa gimana?! " Sovia sewot. "yaelah Sovia, ini tuh cuma kelas angker,satu ruangan,gak mungkin kita kesasar . Iya kalo kita mau masuk rumah angker atau rumah sakit angker atau kalau gak sekolah angker. Itu kita masih ada kemungkinan buat kesasar soalnya ruangannya banyak. Lah ini kan cuma kelas, satu ruangan doang gak mungkinlah kita kenapa-napa"Sari bersikeras. "yaudah deh, terserah. tapi kalian berdua aja ya yang masuk aku gak ikutan " jawab Sovia. "Lah kok gitu sih, oh... gak setia kawan kau ya" pada akhirnya Sovia berdebat dengan Sari. di tengah keributan itu tiba-tiba... Srek... Srek... gorden di dalam kelas bergeser. "Eh... guys diam dulu" Yuna menengahi. "Apasih Yun" Sari membentak Yuna. "Diam dulu" Yuna memberi instruksi. sejenak mereka menghening. Srek... Srek... "denger gak" Yuna bertanya ke teman-teman nya yang lain. Sovia&Sari mengangguk. serempak mereka memperhatikan kelas yang ada di hadapan mereka. sesaat kemudian mereka menyadari bahwa gorden di dalam kelas bergeser beberapa kali. hingga akhirnya suara geseran gorden berhenti dalam keadaan terlipat. "Kita intip siapa tau ada sesuatu di dalam" Sari memberi masukan. Sovia&Yuna mengangguk. Mereka kemudian mengintip kedalam kelas. cukup lama melihat-lihat dalam kelas. Namun, mereka tidak menemukan apapun. "Tuhkan aku bilang juga apa, gak ada apa-apa di kelas ini, pulang yuk! " tutur Sovia. Mereka pun menyudahi aktivitas mereka dan beranjak pulang. Namun, baru saja mereka balik badan tiba-tiba... Srek... terdengar suara gorden di geser. Mereka bertiga menoleh kebelakang dan benar saja gorden yang tadinya terlipat kini menutup. "Eh, guys bukannya tadi di dalam gak ada siapapun ya" Suara Yuna bergetar .mereka bertiga saling pandang, sedetik kemudian "kabur... "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD