Pagi ini sedikit berembun, karena malam tadi gerimis menyapa Jakarta. Matahari yang mulai mengintip malu dari ufuk timur membiaskan cahaya melalui celah jendela. Membangunkan penghuni kamar yang masih bergelung manja di bawah selimutnya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi lelaki tampan yang baru kemarin melepaskan gelar jomblo masih asik dengan alam mimpinya yang terlampau indah. Kebetulan Kanjeng Ratu tidak ada, jadi ia bisa sedikit bersantai untuk paginya kali ini. Karena jika ada Penguasa Rumah, bisa dipastikan Rega sudah rapi di jam seperti ini. Menyipitkan mata ketika cahaya matahari menerpa wajahnya. Bukannya bangun, Rega justru memutar kepalanya untuk menghindar. Terlalu malas untuk bangun. Rega tidak ingin mimpi indahnya pergi begitu saja, jadi tolong biarakan satu jam

