Yuli memperhatikan anak satu-satu yang ia miliki, bertanya dalam hati ada apa dengan anak gadisnya itu? Sudah biasa melihat Nadin jalan dengan diiringi senyum, tapi kali ini senyumnya berbeda. Senyum yang seolah membayangkan sesuatu hal yang membuatnya terkesan "Nadin." Nadin menoleh ketika mendengar panggilan dari ibunya. Berjalan menghampiri sosok wanita pembuat nasi goreng telor ceplok favoritnya. Memeluknya dengan manja, membuat Yuli menggelengkan kepala. "Eh ada Ibu Negara, kok aku gak liat ya?" Menjadi anak satu-satunya membuat Nadin selalu di penuhi kasih sayang. Ayah dan ibunya selalu full dalam memberinya cinta. Namun, walaupun begitu Nadin tidak pernah manja dan egois. Sifat mandiri nya sudah terbentuk sejak ia kecil. Tanpa pernah sekalipun kedua orangtuanya mengajari. "ke

