33. Doa

1880 Words

"Fey." Suara wanita berusia lebih dari setengah abad itu kembali terdengar dari telepon. Otak Feyra berpikir dengan cepat mengenai hal apa yang mesti ia bagi. Jika sudah didesak seperti ini, Feyra tak mungkin bisa mengelak lagi. Ibunya pasti akan menjadi lebih khawatir jika Feyra memutuskan untuk tetap diam. Jadi, Feyra harus bercerita kepada ibunya walau hanya secuil dari derita yang dia rasa. Tak mau memulai dengan pembicaraan yang berat, Feyra lebih memilih menanyakan tentang sesuatu yang lebih ringan. "Tentang kebahagiaan." "Kebahagiaan? Maksudnya? Cuma itu?" Feyra tersenyum miring mendengar ibunya melontarkan kata terakhir. Pertanyaan itu terkesan seperti nada meremehkan. Seandainya dia tahu, bahwa bagi Feyra kebahagiaan dalam pernikahan adalah segalanya. Memang terkesan sepele,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD