Ada Apa Tya?

456 Words
Agastya menjauhkan kursinya dari meja, bersandar mengalihkan pandangan pada ikan ikan kecil di dalam aquarium disudut ruangan. Berenang kesana kemari, bahkan tak pernah berhenti ... tapi nyatanya mereka tetap disana, tak bisa kemana mana. Bahkan seandaikan bisa keluarpun mereka tak akan bertahan diluar kehidupan kecilnya dibalik kaca itu. Seperti itulah aku sekarang ... kesana kemari, tak berhenti untuk berlari ... tapi nyatanya tak bisa kemana mana, aku tetap disini dengan perasaan aneh ini .... bahkan seandainya bisa kuingkari rasa ini, belum tentu juga aku sanggup menghadapi hariku seperti dulu. Kamu ... ditatapnya sebentuk wajah tampan di monitor ... melintas sekilas dalam masa laluku, bertahan dalam hidupku saat ini ... benarkah memang kamu yang dihadirkan untuk menemani masa depanku ...? Gusti .... maafkan aku. Saat semua kemampuanku berpikir dan merasa sudah tak mampu menjawabnya, aku berserah ... tapi saat jawaban itu kudapatkan, mengapa pula aku masih menyangkalnya ...? Benarkah itu jawaban yang Kau berikan padaku atau hanya angan yang tersembunyi dibawah sadarku ? Atau aku yang terlalu sombong untuk menerima jawaban itu ? Agastya menggerakkan mouse, menampilkan deretan wajah dan berita tentang Rajendra ... tentang album dan single barunya bersama Ken. "“ Hei, sejak kapan di kantor jadi baca gosip ?”" Agastya tersentak ... menatap Joey yang sudah duduk di lengan kursinya ,"” Cari inspirasi lagu buat project kalian."” Kilahnya, membuka file kerja. Joey tersenyum lembut ,”" Coba lihat"” Agastya menggeser sedikit laptopnya ,”" Ini detail tiga tempat yang kalian minta untuk survei. Ada beberapa grand design disitu, untuk masing masing tempat. Perlu aku share ke Ken ? Atau kakak yang mau bawa sendiri ? Tadi udah aku kirim ke email kakak.” "Aku terusin ke Ken.”" Agastya mengangkat wajahnya mendengar bagaimana lelaki itu menyebut nama Ken dengan segenap perasaannya. Wajah lelaki yang selama ini selalu identik dengan kata tenang itu begitu bahagia " Bahagia banget kak .... Ada rasa takut gak sih bakal menikah ama seorang Ken ?" Joey duduk di kursi diseberang meja, menarik nafas dan menatap Agatya dengn mantap ,”Pasti .... keraguan itu bahkan cukup lama. Itulah kenapa aku gak pernah mengenalkanmu padanya sebelum aku yakin. Dunia Ken membuatku berpikir lebih dari seribu kali ... tapi pada akhirnya aku menyerah untuk mencintainya sebagai sepenuhnya Ken apa adanya dia. Dan mempersiapkan diri untuk pada akhirnya harus membagi sebagian kecil privacy pada publik." " Kakak yakin ini yang terbaik ?” " Insyaallah ... aku sudah minta petunjukNya." " Dan setelah doa itu dijawab semua jadi mudah dan meyakinkan ?” “ Meyakinkan iya .... tapi tidak sepenuhnya mudah. Yang terbaik bukan berarti yang sempurna tanpa kekurangan dan tantangan khan ?" Joey mengamati wajah perempuan dihadapannya ,”Kenapa, Tya ?”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD