Agastya tercenung ...
“ Beberapa bulan ini kamu gelisah, sejak aku kenalkan Ken.” "Diraihnya tangan yang menggores permukaan meja dengan ujung jarinya, kebiasaan ketika perempuan ceria ini dalam kodisi hati yang tidak tenang , "Ada yang mengganjal dengan Ken ?”
Agastya menggeleng cepat ," Gak ada yang salah, bahkan kakak beruntung."
“ Lalu ?” dieratkannya genggaman pada sahabat sekaligus partner kerjanya ini ," Aku coba untuk tidak bertanya sebelum kamu cerita. Tapi beberapa minggu ini, sepulang survey ... kegelisahanmu semakin jelas. Ada apa ?”
“ Ada seseorang.” Agastya menerawang ,” Aku mengenalnya beberapa tahun yang lalu ... tidak secara personal, hanya dari apa yang aku amati. Dan waktu survey kemaren aku ketemu dia lagi ...” dipejamkannya mata, kembali merasakan perasaan itu.
Joey mengerutkan kening melihat wajah Agastya melembut, bahkan ada kilasan kabut yang membuatnya terlihat sedang bermimpi ketika gadis itu membuka matanya ," Kamu jatuh cinta ?" senyumnya
Seketika aura kebahagiaan itu memudar ,” pada orang yang sama sekali tidak masuk dalam hitungan.” Dan ketakutan serta keraguan itu sekarang begitu jelas.
“ Bukan laki orang kan ?"
Agastya melotot ” Gila ajaaaaa .... itu sih secara nalar juga gak masuk hitungan.” Ditariknya tangan ,” Tega kakak ih."
Joey tertawa lembut ,” Becandaaaa .... aku percaya kamu gak akan aneh aneh."
Agastya memajukan bibirnya.
“ Sekuat apa perasaan itu ?"
" Sampai aku menyerah menghadirkan alasan untuk menolaknya ."
" Dia bilang apa ?"
Agastya tertawa kecut , "Bahkan kami nggak bicara lebih dari sekedar basa basi, dan hanya dalam hitungan menit.”
Joey mengerutkan kening.
“ Aku bahkan sudah bertanya ama yang punya rasa, Kak ...”
“ Lalu ?"
" Keyakinan itu makin tebal, bawa dia ...."
“ Tapi nada suaramu gak yakin sama sekali ...."
“ Itulah ... benarkah dia jawaban doaku ?"
“ Coba sekali lagi berdoa ..."
“ Sudah berkali kali dalam beberapa bulan ini, dengan jawaban yang sama. Sampai aku takut Tuhan marah karena aku meragukan jawaban doa itu."
“ Ya udah ... jalani dan pasrahkan. Seperti yang aku bilang tadi, yang terbaikpun bukan berarti mudah dan sempurna. Pasti ada jalannya ketemu dia lagi."
Agastya tertunduk dalam Ya.... salah satunya aku pasti menemuinya berkaitan dengan pernikahanmu.
Ken sahabatnya, dan sudah dipastikan ada lelaki itu dalam proses ini. Apa yang harus aku katakan kalau nanti dia menagih DM ku ? Atau dia bahkan sudah lupa ? Entahlah ... bagaimana aku bisa berharap dan menghindar pada saat yang sama ?