Sinar matahari begitu terik siang ini, tapi nyatanya tak menghambat orang oraang untuk beraktivitas diluar ... buktinya jalanan tetap macet. Pendingin udara di mobil baru Andra sedikit menolong, tapi tetap saja mereka menghembuskan nafas lega ketika sudah tiba di depan sebuah cafe.
Bergegas mereka berdua masuk setelah mendapatkan tempat parkir yang lumayan rindang dan menemukan Raya melambai dari meja didekat jendela.
“ Sudah beres urusan makeup nya ?” Raya bergeser memberi tempat Agastya duduk disampingnya.
“ Sudah, tinggal Dion . Seragam kita udah beres khan Ya ?”
Raya mengiyakan, meneguk minumannya ,” Sudah.”
Agastya tersenyum melihat sahabatnya kehausan, dengan perut mulai membuncit di enam bulan kehamilannya ,” Tadi dianter Dude ?”
“ Iya, ntar dijemput lagi. Dia keluar ama Dion . mungkin sekalian fitting.”
Andra menyesap minuman yang baru dihantarkan ,” Thanks ya ... kalian membuat semuanya mudah.”
Raya bertukar pandang dengan Agastya ,” Itu gunanya teman.”
Andra mengibaskan rambut panjangnya, wajahnya begitu mantap dan ceria .... tampak sekali aura bahagia menyelimuti calon pengantin ini ,” Ya ... bajumu benar benar melengkapi konsep Tya, semua tentang acara ini begitu detail dan .. aku banget.” Senyumnya melebar ,” Sampai aku gak punya celah untuk komplain.”
Raya tertawa lembut ,” Kan kita yang ngerjain, jadi tau kamu dan apa yang bakal kamu komplain. Semoga minggu depan semuanya lancar ya ..”
“ Amin ....” Andra dan Agastya menyahut serempak.
“ Tinggal kita tunggu waktu ngerjain wedding nya Tya.”
Agastya memajukan bibirnya, ada harapan dan rasa perih saat wajah tampan itu melintas dalam benaknya.
“ Oh iya .... akhir tahun ini Kak Joey menikah khan ?” Andra menatap Agastya ,” Kamu juga yang bikin konsepnya ?”
Agastya mengangguk.
“ Ken rewel gak ?”
“ Kamu jauh lebih rewel.” Agastya tertawa ,” Ken baik banget, dan pada dasarnya dia orang yang simple.”
Raya mempermainkan sendok ,” Kirain beneran lho gosip diluaran kalau Ken pacaran ama Rajendra.” Mata lembutnya menyorot jahil pada Andra ,” Udah mereka deket, anak Ken khan juga deket banget ama Jendra.”
Andra tertawa ,” Aku lama banget gak mengikuti berita tentang Jendra, tapi aku denger tentang Ken. Kupikir memang Jendra memerlukan sosok yang lebih stabil seperti itu.” Ditatapnya Agastya yang menyibukkan diri dengan minuman di gelasnya ,” Dan aku masih ingat kutukanku padamu beberapa tahun yang lalu Tya ... semoga kutukanku bertuah” tawa Andra meledak disusul tawa lembut Raya melihat Agastya cemberut.
Agastya menatap sekilas sahabat didepannya, sebelum berlagak sibuk memindahkan makanan ke perutnya. Andra ... model cantik, berbakat dan luar biasa cerdas. Satu dari sedikit publik figur yang sukses dengan pendidikan sampai organisasi sosial yang diikutinya. Sulit menemukan kekurangan makhluk berambut indah ini, selain ambisinya yang cukup tinggi dan nyaris tak bisa di rem ... kecuali oleh Dion. Mungkin itu sebabnya hanya Dion yang sanggup bertahan dan menggiring Andra ke pelaminan. Botol tidak butuh botol lain untuk melengkapi, tapi sebuah tutup kecil yang pas untuk menyempurnakannya ... dan Dion dengan kesederhanaannya bersedia menempatkan diri sebagai tutup botol yang dengan bijak mengatur kapan terbuka dan tertutup agar Andra tetap menjadi dirinya dengan lebih baik.