Diakah?

676 Words
“ Aku balik dulu ke kantor, ada janji ama klien satu jam lagi.” Agastya mengemasi tas punggungnya ,” Thanks ....” diangkatnya kotak berisi dua potong tiramisu favoritnya. Diciumnya Joey dan Ken ,” kalo ada detail yang terlewat, hubungi aku aja Ken.” Ken tertawa renyah ,” Siap, thanks yaaaaa.” Dilambaikannya tangan dan kembali duduk di samping Ken sambil mengawasi Agastya yang melangkah cepat keluar. Keningnya berkerut melihat Joey mengusap tengkuknya dengan tatapan menerawang ,” Ada apa ?” “ Tya ... ada apa dengan anak itu ?” gumannya sebelum menghembuskan nafas. “ Aku lihat dia sempat tidak nyaman sebelum pergi. Apa permintaanku untuk memasukkan sahabat sahabatku ke dalam acara itu menganggunya ?” “ Biasanya gak seperti itu. Dia selalu senang melibatkan banyak orang.” “ Atau Tya merasa kehilangan dirimu, Joey ? Setelah sekian lama kalian memiliki satu sama lain.” Joey menggeleng dengan pasti ,” Bukan itu .... apa karena seseorang itu ?” gumannya. “ Seseorang ?” “ Dia lagi jatuh cinta ... tapi ketakutan dengan cintanya.” Joey tertawa pendek ,” Sama seperti awal aku jatuh cinta padamu.” Ken tersenyum dan bersandar di bahu Joey dengan sikap manja. “ Kamu kenal Andra ?” Joey mempermainkan rambut Ken dengan jemarinya. “ Kenal ... kan dulu pacaran ama Jendra. Kenapa ?” “ Beberapa hari lagi dia nikah, kita diundang.” Ken menatap lelaki disampingnya ,” Aku gak begitu deket, dan sejak putus ama Jendra nyaris gak pernah komunikasi ama dia.” Joey tersenyum ,” Aku kenal lumayan baik ..., dia sahabat dekat Tya. Bahkan Tya yang bikin konsep pernikahannya juga, dibantu Raya.” “ Konsepnya pasti keren .... aku sampe bengong pas Tya ngasih konsep pernikahan kita, tidak biasa, simple dan kita banget.” Joey tertawa ,” Itu karena dia gak mau ngerjakan sesuatu yang gak pakai hati. Pernikahan Andra juga melibatkan orang orang dekat Andra ama Dion. Makanya, aku yakin dia gak keberatan untuk melibatkan beberapa sahabatmu.” “ Tya udah lama deket ama Andra ?” “ Sudah sejak mereka SMP, kan mereka bertiga satu sekolah.” “ Berarti mestinya Ken kenal Jendra ya ...” Joey mengangkat bahu ,” Entah, Agastya itu rada alergi popularitas. Katanya suka pening kepalanya kalo deket publik figur.” Joey tertawa ,” Mereka bertiga lebih sering berhubungan hanya bertiga. Dude aja bisa gabung setelah berencana menikahi Raya tahun lalu.” Ken tertawa ,” Ada ada aja alergi popularitas.” Dipicingkannya mata menatap keluar ,” Ah, itu dia mereka baru dateng. Biasa molor .... bisa ngamuk ngamuk Tya kalo harus kerja ama mereka.” “ Hai, sorry telat ... Jendra nih, lama banget nongolnya.” “ Ya tinggalin aja kenapa ?” gerutu Ken, bergeser memberi tempat pada Rafa, Rajendra dan Ayu ,” Tya nya udah pulang .... tapi dia ninggalin rinciannya kok. Dan aku udah ngasih nomor telepon kalian. Kalian bisa komunikasi langsung aja.” Tya ....mungkinkah ? Ken menatap Rajendra tajam ,” Oeeey .... bangun ! Kenapa kamu ?” “ Siapa tadi ? Tya ? Kasih nomernya dong.” Ken terdiam sejenak sebelum tawanya meledak ,” Jen .... kamu masih terobsesi ama makhluk misterius bernama Tya ? Ini udah nomer urut berapa ?” Joey bersandar sambil mempermainkan bibir gelas ... Tya ... Jendra .... Bukankah Tya kenal Jendra beberapa tahun yang lalu, walaupun gak secara personal ? Lalu lokasi survey serta lokasi syuting mereka sama diwaktu yang bersamaan ? Dan publik figur yang tengah berada dipuncak seperti Jendra, yang jadi pusat perhatian adalah sosok yang sama sekali tidak masuk dalam hitungan bagi Tya ? Mungkinkah ini yang membuatnya bersikap aneh tadi, karena harus berhubungan dengan lelaki itu ? Ditatapnya Rajendra dengan pandangan ingin tahu. Ini memang benar atau Cuma kebetulan ? Diraihnya ponsel dan mengirim sederet pesan pada Raya. “ Joey ...” Joey meletakkan ponselnya sambil tersenyum, bergabung dengan pembicaraan dengan Ken dan ketiga sahabatnya, sepakat mereka akan bertemu dengan formasi lengkap besok, makan malam di rumah Ken.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD