Agastya kembali ke ruangannya setelah mengantar klien keluar. Cukup panjang dan penuh perdebatan, membuatnya merasa lelah ... tapi setidaknya pembicaraan tadi menguras perhatiannya. “ Lho .... udah balik kak ?”
Joey mengguman sambil memberi makan ikan ,” Clear ama klien barusan ?” ditepuknya sofa, meminta Agastya duduk disampingnya.
“ Alhamdulillah clear, kak.”
“ Syukurlah. Aku pikir aku balik ke kantor urusanmu udah selesai.”
Agastya tertawa ,” Biasa, mereka kan emang bawel banget, mesti satu satu jelasinnya.”
Diserahkannya selembar kertas ,” Coba dilihat deh mana yang bisa mana yang gak. Besok ngumpul lagi, sambil makan malem di rumah Ken.”
Agastya meletakkan kertas diatas meja, menghembuskan nafas panjang. Ketakutan dan kegelisahan terlihat jelas di wajahnya.
“ Kenapa, Tya ... ?” Joey duduk menghadapnya ,” Dia itu Rajendra bukan ?”
Tya menatap lelaki disampingnya,tidak terkejut ketika Joey menyebut nama itu. Lelaki tenang ini memiliki kemampuan menganalisa yang luar biasa, dan tak akan bisa menyembunyikan hal ini terlalu lama ... karena Joey begitu mengenalnya. Kalaupun tidak hari ini, saat besok ia bertemu Rajendra, pasti Joey bisa membaca semuanya.
“ Iya khan ?”
Tya menyusup ke pelukan Joey, mengangguk tanpa suara ketika lelaki itu memeluknya lembut.
“ Kalau aku gak salah menangkap pembicaraan mereka tadi, dia juga mengalami hal yang sama kok."
Agastya tak menampakkan raut muka senang ,” Itu menakutkan.”
“ Semua bisa dijalani kok. Pasrahkan aja, be your self.”
Agastya menghembuskan nafas panjang, beranjak dari sofa ketika ponselnya di meja berbunyi ,” Ya, Ndra ...”
“ Tya, kamu pegang undangan kosong khan ?”
“ Iya, masih ada dua atau tiga. Kenapa ?”
“ Barusan aku ngobrol ama Dion, aku minta tolong kamu sampein undangan ke Jendra, ya ...”
“ Jendra ?”
“ Iya ... aku segen mau calling dia sendiri. Kita udah lama gak kontak. Kamu kira kira bisa ketemu Jendra atau hubungin dia, khan ?”
Agastya menarik nafas, terlalu lelah untuk mencari alasan ,” Oke. Paling besok aku sampein, kalo ketemu di rumah Ken. Kalo gak, aku titip Ken aja ya.”
“ Iyaaaa, thanks ya ....” Andra mengabaikan nada malas sahabatnya ,” Hati hati, baca mantra biar kutukanku gak berlaku.” Tawa riangnya mengalun sebelum menutup pembicaraan.
Gusti ... apa ini jalannya ?
Joey menepuk bahu Agastya dan meninggalkannya sendirian.