Tersangkut

480 Words
“ Aaawww.” Agastya memekik ketika ia tak bisa menarik kepalanya, rambutnya tersangkut sesuatu. “ Maaf, coba tahan dulu ... nyangkut.” Rajendra menahan bahu perempuan didepannya saat menyadari rambut perempuan itu tersangkut di jam tangan dan kancing lengan jaket denimnya. Perlahan ditariknya sejumput demi sejumput agar tak menyakiti pemilik rambut legam yang tebal dan halus itu. Ditariknya nafas , menikmati aroma lembut bercampur sedikit aroma debu saat perempuan itu melepaskan ikatan rambutnya untuk mempermudah. “Coba, bisa hadap kesini ? biar lebih gampang.” Tubuh terbalut cardigan tipis berwarna pink pucat itu berbalik, masih dengan kepala tertunduk ... dan Rajendra harus mengatur nafasnya ketika kepala itu sedikit menempel di dadanya. Ada rasa yang lain ... aman, nyaman dan seperti sudah seharusnya ... perasaan ‘pulang’ yang tak pernah dirasakannya selama ini. Agastya menatap sepatu kets yang membungkus kaki dengan jeans yang terlihat bagus dan mahal kendati berwarna kusam dengan sedikit robekan di lututnya, model koyak terkini. Digigitnya bibir saat menyadari perasaaan hangat memenuhi hatinya yang tetiba merasa tenang dan terlindungi ... seperti saat dalam pelukan Mas Adi, kakaknya ... walaupun tidak persis begitu ... karena rasa ini dibumbui aliran listrik kecil yang membuat hampir seluruh sel tubuhnya bergetar lembut .... perasaaan memiliki dan dimiliki yang tak seharusnya ia dapatkan dari orang yang tak dikenalnya ini. “ Sudah, maaf ya ...” Agastya perlahan menarik kepalanya, mendongkak dan sejenak tertegun mengenali sosok di hadapannya. Duh Gustiiiiiiii ............... dia. Dan apa artinya perasaanku barusan ? “ Hai.” Rajendra tergagap, setelah terdiam untuk beberapa saat menatap mata coklat yang membias lembut dihadapannya ,” Sakit ya ?” Agastya tergagap, menggeleng cepat ,” Gak apa apa kok.” Sahutnya sambil mundur selangkah. “ Awas.” Lengan kokoh itu sigap menarik Agastya ke pelukannya, sebelum perempuan itu terjatuh ke anak tangga dibawahnya. Astaga ........... Ini seperti adegan drama, tapi mengapa begitu nyata ? Semua begitu pas dan tepat . Agastya memejamkan mata dan menggigit bibir, mencegahnya bergetar . Dihembuskannya nafas sambil menarik tubuhnya, kali ini perlahan ,” Thanks, permisi.” Secepat yang ia bisa, karena tubuhnya mengingkari, Agastya menjauh dan berlalu. “ Tunggu.” Rajendra menahan ,” Nama kamu siapa ?” diulurkannya tangan. “ Tya ...” “ Aku Jendra.” Digenggamnya tangan, yang lagi lagi terasa pas ditangannya. Agastya mengangguk sambil tersenyum tipis Aku tauuuuuu serunya dalam hati. “ Bagi foto yang tadi dong, ada akun i********: atau path gak ?” mencoba tak kentara menahan tangan yang hendak ditarik pemiliknya ,” atau no tlp kamu.” Agastya mencoba mencari alasan .... “ Kak Jendra ya ? Foto dong .... boleh ?” serombongan gadis muda menyelamatkannya. “ Oh, ayoooo.” Enggan Rajendra mengalihkan perhatiannya. “ Aku duluan.” Agastya bergegas menjauh “ DM aku yaaaa” teriak Rajendra sambil mengambil posisi bersama penggemarnya, bersungut dalam hati ketika melihat perempuan itu melambaikan tangan sekilas menjawab permintaannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD