21. Worth

988 Words

    Belum sempat aku mencerna kalimat nenek tua itu, langkah kaki terdengar makin mendekat dari kejauhan.     Drap! Drap! Drap! Segerombol lelaki dewasa berlarian sambil berteriak-teriak.     "Maling! Maling!"     "Hei pencuri berhentilah!"     "Dasar pencuri s****n!"     Berbagai kata-k********r yang tak patut disebutkan keluar dari mulut mereka. Beberapa pengunjung kedai ikut keluar dan mengejar seseorang yang katanya pencuri. Wanita pemilik kedai keluar untuk sekedar mengintip kegaduhan apa yang sedang terjadi. Tak lama berselang, ia kembali masuk.     "Apa yang terjadi?" tanyaku padanya.     "Hanya pencuri. Hal yang biasa. Setiap hari selalu ada saja pencuri yang mengambil barang dagangan di pasar ini. Pencuri itu pasti adalah seseorang yang malas dan tak mau bekerja keras," jaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD