Wajahnya terlihat sangat familiar. Batin Mingyu. Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya menyadari sesuatu. Segera ia menarik tangan pemuda yang ia perhatikan itu. Membawanya ke sebuah lorong yang sepi. "Yak lepaskan aku!" Mingyu berhenti. Kemudian berbalik arah dan menatap pemuda. Ralat, maksudku gadis di hadapannya. Han Wol terkejut bukan main saat menyadari siapa yang sedari tadi menarik tangannya. "Kau ... Min Han Wol bukan?" "M-M-Mingyu?" "Ah rupanya benar. Kau Min Han Wol," "Ssssttt! Kecilkan suaramu!" Han Wol meletakkan telunjuknya di depan bibir Mingyu. Kepalanya menengok kanan kiri. Takut-takut kalau seseorang mengintip pembicaraannya dengan Mingyu. Mingyu sendiri tiba-tiba menjadi gugup. Sentuhan telunjuk Han Wol di bibir Mingyu membuat darah n

