"Aku pasti akan menolongmu. Tidak ada yang menyakitimu sekarang," kata Zefa. Ia akan bertindak sementara waktu sebagai sahabat bagi Reinhart sampai lelaki itu pulih seperti sedia kala. Detik selanjutnya, Zefa terkejut tatkala Reinhart menyandarkan kepala di bahunya. "Peluk aku," gumamnya lirih. Pria itu seolah begitu membutuhkan perlindungan darinya. Untuk sesaat, Zefa membeku. Ia merasa bingung harus bersikap bagaimana. Haruskah ia merespon permintaan Reinhart dengan menuruti kemauannya atau justru menolaknya? Bagaimana bila nanti dia dianggap mencari keuntungan? Sungguh ini adalah pilihan yang amat sulit. Namun karena hujan di luar sana begitu deras, Zefa semakin khawatir. Ia memutuskan untuk memeluk Reinhart sampai pria itu pulih sepenuhnya. Menyembuhkan Reinhart memang menjadi sala

