Hurt

1538 Words

“Mai kamu kenapa?” Tanya Aldwin khawatir melihat istrinya tampak pucat. Memang sedari tadi istrinya itu juga belum beranjak dari kasur padahal biasanya sehabis shubuh Maisha sudah ada di dapur. “Kita ke rumah sakit ya?” Ajak Aldwin tapi Maisha menggeleng lemah. “ Tidak usah, bukannya Mas hari ini ada rapat penting?” Tanya Maisha pada suaminya.  “Iya tapi tidak papa, aku akan bilang sama Maya untuk re-schedule.” “Jangan Mas. kamu harus tetap kerja. aku gak papa kok. Jangan buat klien kamu kecewa.” Ucap Maisha menasehati. “Baiklah. tapi kalau ada apa-apa kamu harus segera menelpon aku. Aku akan panggil Mama agar menemanimu.” Ucap Aldwin “Iya Mas, pasti aku akan mengabarimu.” Ucap Maisha menenangkan. “Yasudah, aku  berangkat dulu ya, Assalamualaikum.” Pamit Aldwin lalu mengecup ken

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD