“Rel?” “Eh, iya, Pa?” Darrel mengerjap. “Jadi kapan?” Darrel menelan ludah. Pertanyaan yang sulit. Bagaimana caranya ia dan Calandra bisa memberikan beliau cucu? Membuatnya saja belum pernah. Jangankan membuatnya, make out sama istri sendiri aja belum pernah sekali pun. Bagaimana caranya bisa make out, baru mau dekatin aja udah kena tendang. Darrel mengeluh di dalam hati. PDKT ke Calandra bukanlah perkara mudah. Untuk make out saja susah, bagaimana caranya bisa make love. Ah, sebelum itu, mereka harus bisa tidur seranjang dulu. “Kenapa nih, kok Papa tiba-tiba nanya begitu?” tanya Darrel, mencoba menyetir pembicaraan. Agustian menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. “Papa capek lihat teman Papa yang lain pamer cucu,” ja

