“Ambilin trolinya dong,” perintah Calandra. Sebelum ke rumah orangtua Calandra, gadis itu meminta Darrel mampir ke sebuah supermarket. Jadi, di sini lah mereka sekarang. Dengan Calandra yang akan memulai aksinya untuk menyiksa Darrel dari sini. “Siap, Bos,” jawab Darrel dengan patuh. Ia sadar kalau Calandra punya agenda terselubung hari ini karena ia sudah memaksa untuk ikut dengan gadis itu. Jadi Darrel bertekad kalau dirinya kali ini tidak akan kalah. Tidak peduli betapa mengerikannya rencana istrinya itu untuk membuat dirinya kapok. “Ke sana dulu ya,” tunjuk Calandra ke barisan perkakas rumah tangga. Darrel mendorong trolinya dengan patuh. Calandra meraih pel, ember, sapu, gunting rumput, serokan sampah, kemoceng, pembersih kaca, kantong sampah, dan juga beberapa lap. Darrel menela

