“AAA… APA ITU?!” pekik Calandra yang langsung menyambar tubuh Darrel dan memeluknya. Teriakan Calandra berlangsung lebih lama dari teriakan Darrel meski keduanya tadi berteriak bersamaan. Tangan Darrel refleks memeluk Calandra untuk melindunginya, meski sebenarnya apa yang ada di hadapan mereka saat ini sama sekali tidak akan melukai keduanya. Calandra tahu itu apa, tapi tetap saja ia butuh bertanya untuk memastikan. “Itu… Mayat yang sudah membusuk,” bisik Darrel. Tubuh Calandra yang ada dalam pelukannya semakin bergetar hebat. Calandra sendiri tiba-tiba merasa seluruh inderanya mendadak jadi lebih peka. Bau bangkai yang semula tidak ia sadari akibat terlalu terkejut, kini menusuk hidungnya. Membuat Calandra sek

