Chapter 6

1251 Words

BAB 6 DEBAR Mengingat Mbak Rita pengin rujuk, ditambah cara memandang Mas Reza. Aku tahu, ia mengharapkan mantan suaminya kembali. d**a seakan kembali menyempit membayangkan itu semua. ----- Kupandangi wajah Caca, tidur tanpa melepas mukenah. Setelah salat berjamaah selesai, ia pun langsung melepaskan lelah. Kehadiran bidadari kecil ini membuat hidup berwarna. Namun, sekaligus hambar mengingat hubunganku dengan ayahnya. Sambil menyalahkan TV, aku menyetrika pakaian, terdengar salam Mas Reza dari mesjid. Ia langsung duduk di sofa, sambil menyeruput kopi, kebiasaanya setiap malam. "Udah siap ngejelasin isi pesanku tadi siang?" Pertanyaannya tak menghentikan pergerakan tanganku. Tatapnya mulai tak sabar, aku memilih membereskan lipatan terakhir, pura-pura tak menghiraukannya. "Zahra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD