Chapter 7

1049 Words

BAB 7 MELIHAT MEREKA DI RESTORAN Dua kata yang keluar dari bibir berukuran sedang itu sukses membuatku mendarat darurat. Rasanya seperti terjungkal di atas tanah. ----- "Caca, ayah nggak bisa nemanin beli seragam baru besok. Sama bunda, aja, ya?" Mas Reza duduk di sofa ruang keluarga, tempat favorit kami berkumpul pada waktu senggang. Wajahnya terlihat gelisah, setelah menerima panggilan telepon. "Keluar kota lagi? Berapa hari, Ayah?" Caca berpindah ke pangkuan ayahnya, lalu menyandarkan kepala di d**a bidang itu. "Peresmian kantor cabang baru, yang diurus kemarin-kemarin. Untuk sementara masih nyewa gedung dulu." Nanar pria maskulin itu menatap. Mungkinkah kalimat itu ditujukan untukku? "Emangnya nggak bisa kerja tanpa pergi terus gitu! Seperti ayahnya Sisil?" protes Caca yang en

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD