part 29. tempat itu masih open

1268 Words

Pagi itu, Zurich kembali menunjukkan wajah aslinya yang kelabu dan dingin. Snow sedang terjebak dalam pertemuan maraton dengan tim audit forensik di kantor pusat, mencoba melacak aliran dana ilegal yang mengarah pada kematian ayahnya. Aku yang merasa sesak terus berada di dalam penthouse yang terlalu sempurna, memutuskan untuk keluar. Namun, kakiku tidak membawaku ke butik-butik mewah di Bahnhofstrasse walaupun aku punya uang yang diberikan oleh Snow. Seolah-olah ada magnet yang menarikku kembali ke masa lalu, aku mendapati diriku berdiri di depan distrik Langstrasse. Aku mengenakan mantel panjang berwarna krem, kacamata hitam besar, dan syal sutra yang menutupi separuh wajahku. Aku ingin menjadi bayangan. Aku ingin melihat sisa-sisa Melodi yang pernah kutinggalkan di sana. Aku berj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD