Kepulangan kami ke Zurich disambut oleh langit kelabu yang seolah mencerminkan kemelut yang ditinggalkan Mami Rosa. Mami Rosa telah tiada, entah bagaimana kabar wanita-2anita yang bekerja pada Mami Rosa dulu, entah bagaimana bar itu sekarang, aku penasaran, namun tak ingin mencari tahu. Aku sebenarnya tidak ingin mengkhianati Mami Rosa karena Mami Rosa lah yang membawaku kemari dan memperkerjakanku, namun tetap saja caranya salah untuk menjadikanku wanita hiburan. Grindelwald dengan segala kehangatan perapian dan penyembuhan batin yang kami alami, kini terasa seperti mimpi indah yang harus kami simpan rapat dalam kotak memori. Begitu roda mobil Rolls-Royce milik Snow menyentuh aspal basah di depan penthouse kami, wajah Snow kembali mengeras. Topeng Sang Penguasa itu kembali terpasang,

