Snow sedang duduk di sofa besar, menatap tablet kerjanya, sementara Jelita menyandarkan kepala di bahunya, asyik membaca jurnal psikologi untuk materi di yayasannya. Selama ini, Jelita adalah definisi istri yang penuh pengertian. Ia tidak pernah sekali pun mengeluh tentang kerinduannya pada tanah air. Jelita tidak pernah meminta Snow untuk mengantarnya pulang ke Indonesia, meskipun setiap malam ia sering menatap foto ayahnya yang tersimpan di laci meja riasnya. Jelita tahu Snow sedang berjuang menstabilkan perusahaan pasca skandal Erika, dan ia tidak ingin menambah beban suaminya dengan permintaan pribadi yang sentimental. Bagi Jelita, menghargai posisi Snow adalah bentuk baktinya yang paling tulus. Namun, Snow bukanlah pria yang buta. Ia memperhatikan bagaimana mata Jelita selalu berb

