part 33. berusaha mengobati

1281 Words

Ketenangan yang menyelimuti kediaman kami di Zurich kini terasa lebih pekat, namun dalam artian yang menenangkan. Sejak Snow memutuskan untuk memalingkan wajah dari kegelapan di Langstrasse, penthouse ini bukan lagi sekadar bangunan kaca yang megah dan dingin, melainkan sebuah pelabuhan. Di sini, di balik dinding-dinding kedap suara ini, kami membangun sebuah rutinitas yang bagi orang lain mungkin terlihat membosankan, namun bagi kami adalah kemewahan yang tak ternilai harganya. Pagi itu, cahaya matahari musim dingin yang lembut masuk melalui celah gorden sutra. Aku terbangun lebih dulu, merasakan napas Snow yang teratur di bahuku. Tangannya masih melingkar erat di pinggangku, sebuah gestur posesif yang kini terasa seperti dekapan hangat, bukan lagi cengkeraman ketakutan. Dulu, Snow

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD