part 18. identitas baru?

1012 Words

Pintu suite mewah itu tertutup dengan bunyi klik yang final, seolah mengunci dunia luar dan masa laluku, di balik lapisan kayu mahoni yang tebal. Aku berdiri mematung di tengah ruangan yang luasnya mungkin sepuluh kali lipat gubuk kami di pinggiran Zurich. Di tanganku, map cokelat itu masih terasa berat, membawa beban sebuah identitas baru yang dipaksakan, Calon Istri Snow. Snow tidak membuang waktu. Ia mematikan rokoknya, lalu berjalan menuju telepon interkom di dinding. Suaranya terdengar dingin dan penuh otoritas saat berbicara dengan seseorang di seberang sana. ‘Kirim tim terbaikmu sekarang. Lantai teratas. Aku ingin keajaiban, bukan sekadar riasan. Pastikan tidak ada satu inci pun noda yang tersisa di tubuhnya. Kau punya waktu enam jam.’ Ia menutup telepon, lalu berbalik menatapk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD