part 19. kelemahan

1009 Words

Pagi itu, di sebuah kapel kecil yang tersembunyi di pinggiran Zurich, aku resmi menjadi Nyonya Snow. Tidak ada pesta megah, tidak ada ribuan tamu, dan tidak ada bunga-bunga yang menghiasi ruangan. Hanya ada suara langkah kaki kami yang bergema di atas lantai batu, seorang notaris tua dengan wajah datar, dan dua saksi yang merupakan orang kepercayaan Snow. Suara Snow saat mengucapkan janji nikah terdengar rendah, berat, dan hampir seperti sebuah ancaman kepada takdir. Tangannya yang menggenggam jemariku terasa dingin dan keras. Saat aku menandatangani dokumen sah yang menyatakan aku adalah istrinya, aku menyadari satu hal, aku bukan lagi milik diriku sendiri. Aku adalah aset, aku adalah perisai, dan aku adalah simbol kemenangan Snow atas keluarganya. Setelah prosesi yang dingin itu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD