Aku tak menunggu Rihav mengatakan apa pun; aku cepat-cepat berbalik dan menarik Sean, yang tengah menatap Rihav. Aku tergesa-gesa berjalan sementara Sean tampak berjalan seperti orang lamban. "Ayo, percepat langkahmu!" kataku kesal padanya. Ia mengikuti apa yang kukatakan. Aku menggendong Hacov, yang masih belum berhenti menangis. Aku menggendongnya sembari kami meninggalkan mal. Aku menoleh ke belakang untuk melihat apakah Rihav mengikuti kami atau tidak. Aku tak tahu mengapa ada perasaan aneh di dadaku saat ia tak ada di sana, tak mengikuti kami. Itu hanya berarti satu hal: ia tak peduli dengan si kembar. Aku tak memberi tahunya bahwa kami punya dua anak; mungkin ia tak merasa ada hubungan apa pun dengan Hacov, jadi ia tak mau repot-repot mengikuti kami. Ia sudah punya anak dengan Dye

