Mendengar perkataan Abduh, Yanti terlihat mengangkat wajah menatap ke arah pria yang selalu hadir dalam mimpi indahnya, tangannya mulai membalas genggaman erat laki-laki yang berada di hadapannya, seolah sedang saling menguatkan. bibirnya yang tipis mengukir senyum indah menenangkan hati. "Tidak apa-apa Kang, lagian kang Dadang bukan pergi ke luar kota atau pergi tidak kembali. kang Dadang hanya pergi untuk menjenguk warga Kampung kita yang terkena serangan, nanti kalau beliau sudah pulang kita temui lagi." jawab Yanti tanpa sedikitpun merubah raut wajahnya, tanpa sedikitpun menunjukkan kekecewaan karena semuanya sudah dia antisipasi jauh-jauh hari sebelum menerima cinta Abduh. "Terima kasih banyak! kamu memang Bidadari Tak Bersayap, hatimu selembut kain sutra sifatmu seperti seorang R

