"Ah, Akang bisa aja." jawab Yanti yang tersipu malu meski tidak berbicara secara bertatapan langsung, Yanti selalu Salah Tingkah dibuatnya. Abduh sangat menghormatinya, sehingga dia merasa nyaman dan betah berlama-lama tinggal atau mengobrol dengannya. "Emang benar Loh, suara Yanti itu bagaikan candu. seharian kalau tidak mendengar suaranya, separuh jiwa Akang seperti menghilang." "Mulai deh gombalnya." "Akang nggak pandai melakukan hal itu, akang selalu berbicara fakta dan realita." "Sudah ah jangan ngelantur ke mana-mana, Yanti mau berbicara nih." "Emang dari tadi Yanti ngapain aja, bukannya dari tadi Yanti terus mengobrol. "Ih Akang, Yanti serius." Timpal Yanti dengan nada manjanya, mungkin kalau bertatapan langsung dia akan mendelik, namun itu akan membuatnya semakin terlih

