"Serius ya kamu akan mendukungku?" tanya Nathan sambil menatap sahabatnya yang masih tetap berbaring, bahkan dia mulai menaikkan kembali selimutnya untuk menutupi wajah. "Iya, iya...!" jawab Abduh seolah tidak terlalu peduli dengan apa yang dibicarakan oleh sahabatnya. "Kalau kamu mau mendukung sahabatku ini. aku minta tolong sama kamu." "Iya?" Jawab Abduh tetap singkat, seolah tidak peduli dengan sahabatnya. "Jangan ya iya doang, Dengerin dulu aku mau ngomong dengan serius." ujar Nathan sambil menarik tubuh sahabatnya untuk duduk agar dia bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. "Apaan sih... ini udah malam, mau tidur." Gerutu Abduh yang hendak membaringkan kembali tubuhnya namun dengan segera Nathan menahan. "Dengerin dulu aku mau ngomong serius dan semuanya bisa suks

