"Dipikir aku akan menyerah hanya karena diminta pisah kamar? Huh, nggak akan pernah!" ujar Angger penuh tekad. Wanita itu sedari tadi tak berhenti menggerutu karena ulah Ardhito, saat ini ia sedang berada di kamarnya. Dengan paksaan Ardhito akhirnya dia menyetujui kalau mereka berpisah kamar, tetapi hal itu tak lantas membuat Angger sedih berkepanjangan. Akan ia pastikan kalau Ardhito sendiri nantinya yang akan memintanya untuk sekamar bersama. Angger memang penuh percaya diri karena memang hal inilah yang bisa ia lakukan, seperti batu yang terus ditetesi air maka batu itu akan mengikis, maka sama dengan Ardhito yang memiliki hati sekeras batu. Dengan tekadnya yang kuat, ia yakin hati batu Ardhito akan luluh. Setelah membereskan semua barang-barang yang ia bawa, memasukkan bajunya ke d

