"Adik perempuan Mas itu kayak gimana?" tanya Angger sambil melihat-lihat souvernir yang terpajang rapi di rak-rak tinggi. "Seperti perempuan pada umumnya," jawab Ardhito singkat. "Ck, aku tahu, maksud aku tuh dia biasanya suka apa?" Angger berdecak kesal, wanita itu menatap Ardhito sambil berkacak pinggang. "Katanya kamu akan membantu saya mencarikan hadiah, kenapa kamu malah tanya balik?" Ardhito tidak sepenuhnya salah karena tadi Angger memang mengatakan kalau dia akan membantu dirinya, kenapa malah kini Angger menanyainya ini itu? Membuat dirinya makin kesal saja. "Ya 'kan apa salahnya kalau aku tanya Mas? Siapa tahu aja 'kan Mas tahu apa yang disukai adik Mas. Itu bisa mempermudah aku dalam membantu Mas menemukan hadiah yang tepat," ujar Angger. "Dia biasanya suka barang-bara

