34 Hari Sebelum Persidangan
Feli tersenyum senang karena akhirnya, setelah berhari-hari mereka terus terbelenggu dengan keadaan yang cukup kacau, sekarang mereka berempat sudah bisa bersama lagi. Mereka sudah bisa tertawa dan berbicara seperti biasanya.
Feli mungkin akan sangat merindukan keadaan ini. Feli tidak tahu apakah dia masih bisa berkumpul bersama dengan teman-temannya seperti ini. Iya, Feli juga mulai tidak yakin dengan kebahagiaannya sendiri sekarang. Semuanya terasa semakin mengabur bersama dengan banyaknya kekacauan yang terjadi secara tiba-tiba.
Benar, Feli memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di dalam hidupnya, tapi kali ini Feli benar-benar berharap kalau tidak ada satupun kekacauan yang harus mengganggu kebahagiaannya.
Feli hanya tinggal melangkah sedikit lagi, dia akan segera hidup bahagia bersama dengan Ken, tapi kenapa keadaannya jadi seperti ini? Kenapa mereka harus mendapatkan masalah sebesar ini?
Iya, Ken memang belum tahu hal-hal buruk apa saja yang terjadi selama beberapa saat belakangan ini. Feli tahu, Feli sudah tahu semuanya. Feli sudah melihat semua kekacauan itu dengan matanya sendiri.
Mau bagaimana lagi? Apa yang bisa dilakukan oleh Feli? Terima atau tidak, keadaan ini memang sangat menyedihkan. Feli tidak bisa berpura-pura mengabaikan beberapa kejadian yang ada di sekitarnya hanya karena dia ingin membahagiakan dirinya sendiri. Iya, Feli tahu kalau ketika Ken mendengar cerita ini, Ken tidak akan tinggal diam. Feli sudah tahu kalau kekacauan besar akan terjadi dalam hidupnya, tapi mau bagaimana lagi? Feli sama sekali tidak memiliki pilihan lain.
“Aku sama sekali tidak menyangka kalau kita sudah bersama selama 6 tahun belakangan ini. Aku harap kita akan tetap berteman baik setelah ini..” Kata Yuda dengan pelan.
Feli mengangkat kepalanya dan menatap Yuda yang duduk tepat di depanya. Pria itu tersenyum ke arah Feli sehingga Feli membalas senyumannya.
Rasanya sangat tidak nyaman ketika kemarin Feli mendengar apa yang dikatakan oleh Yuda, tapi kembali lagi.. Feli tidak bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta pada dirinya. Semua orang memiliki hak untuk jatuh cinta pada siapapun yang mereka inginkan, Feli tidak akan bisa melarang Yuda kalau memang pria itu masih ingin mencintai Feli.
Entahlah, ini memang bukan perasaan bersalah atau semacamnya, bukan.. ini hanya perasaan tidak nyaman dan juga perasaan sedih yang harus Feli tanggung ketika dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Seharusnya Yuda mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari Feli. Pria itu juga pantas bahagia sekali tidak bersama dengan Feli. Bukankah begitu?
Selama ini sudah bukan satu atau dua orang yang menyatakan cintanya pada Feli, Feli memang tidak akan bisa menerima mereka karena sebenarnya, dibandingkan dengan cinta, Feli lebih suka berteman dengan mereka semua. Sudah bukan hal yang mengejutkan jika tiba-tiba ada orang yang menyatakan cinta pada Feli, tapi apa yang dilakukan oleh Yuda membuat Feli tidak bisa mengatakan apapun.
Selama ini Feli mengira kalau Yuda sudah menganggapnya sebagai seorang teman biasa. Iya, seorang teman yang boleh saling menyayangi tapi tidak akan pernah saling mencintai.
“Ya, kita memang harus tetap berteman. Baiklah, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan dimana kita akan selalu berkumpul di tempat ini setiap tahun pada saat ulang tahun band ini?” Tanya Sagara sambil menatap mereka semua.
Feli tidak tahu harus menjawab apa karena dia merasa jika itu adalah ide yang sangat bagus. Mereka akan selalu meluangkan waktu untuk duduk bersama di ruangan ini setiap tahunnya. Mungkin juga mereka bisa membuat rekaman video setiap tahun, ya.. itu akan membuat semuanya jadi semakin menyenangkan untuk dilakukan.
Feli memang belum siap kalau dia harus berpisah dengan teman-temannya. Tapi apa yang bisa Feli lakukan? Keputusan yang dia buat sudah bulat, Feli tidak bisa mengubahnya sekalipun sekarang Feli mulai ragu pada pernikahannya sendiri. Tidak, Feli memang tidak tahu hal apa yang akan terjadi di masa depan. Feli tidak tahu apakah dia bisa menikah dengan Ken atas tidak, Feli sama sekali tidak tahu.
Memang benar jika ada orang yang mengatakan bahwa selama ini tidak pernah ada hal yang pasti di dunia ini. Segala hal yang sudah direncanakan dengan baik bisa saja gagal pada detik terakhir.
Dulu Feli sangat yakin dengan hubungannya bersama Ken, sampai sekarang Feli memang masih mengharapkan segala hal yang terbaik untuk mereka berdua, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi?
“Itu ide yang sangat baik. Kita akan berkumpul di sini setiap tahun.. ya, aku tidak sabar menunggu tahun depan dimana kita akan berkumpul dan menceritakan kisah kita masing-masing..” Kata Tristan sambil tersenyum.
Kisah mereka.. apakah nanti Feli memiliki kesempatan untuk kembali berkumpul di ruangan ini dan menceritakan tentang kisah hidupnya yang dia lalui selama setahun ini? Apakah Feli memiliki kesempatan itu? Tidak ada yang tahu, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Ya, memang begitulah kenyataannya.
“Kita akan kembali bertemu satu tahun kedepan dengan cerita yang sangat luar biasa.. Wow, kita akan menjadi band yang melegenda kalau kita melakukan pertemuan seperti itu bahkan ketika band kita sudah bubar..” Kata Sagara sambil tersenyum.
Feli menghembuskan napasnya dengan pelan. Sekalipun Feli tidak bisa melupakan masalah hidupnya, setidaknya teman-temannya membuat Feli merasa jauh lebih baik. Feli siap, Feli siap dengan semua hal yang akan terjadi. Feli siap kalau dia harus menghadapi hal yang akan menyakiti hatinya karena pada dasarnya, memang seperti itulah cara hidup manusia. Tersakiti dan menyakiti..
“Terima kasih karena telah menjadi temanku selama ini. Aku harap, aku akan tetap memiliki kalian apapun yang terjadi..” Kata Feli sambil tersenyum.
Entahlah, hari ini suasana hati Feli memang sedang tidak nyaman. Ada sesuatu yang terus mengganggu pikiran Feli, hal besar yang sebentar lagi akan menghancurkan hidupnya dan mungkin juga hidup Ken.
Feli tidak tahu harus melakukan apa lagi karena selama ini dia mengira kalau hidupnya akan tetap baik-baik saja seperti yang terlihat oleh orang lain. Feli sama sekali tidak menyangka kalau akan ada orang yang menghancurkan kebahagiaan Feli, gilanya lagi.. orang itu adalah keluarga Feli sendiri.
“Apa yang kamu katakan, Feli? Kita memang akan terus berteman bagaimanapun keadaan kita selanjutnya.. jangan mengatakan sesuatu yang terdengar seperti salam perpisahan. Kita tidak akan pernah berpisah..”
Feli kembali tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sagara. Iya, pria itu memang benar, mereka tidak akan pernah berpisah. Mereka akan tetap bersama seperti ini sampai kapanpun. Kehidupan mereka bisa saja berubah, aktivitas mereka juga bisa saja berubah, tapi mereka akan tetap menjadi teman yang luar biasa.
Ada banyak band yang sudah memutuskan bubar di dunia ini, beberapa dari mereka memilih untuk saling hilang satu sama lain, tidak pernah berhubungan dengan anggota yang lain, atau ada juga yang memutuskan untuk saling bermusuhan. Tidak, Feli tidak ingin band ini menjadi seperti itu. Mereka memang akan bubar, tapi tidak dengan pertemanan mereka. Sampai kapanpun mereka akan tetap menjadi teman yang sangat luar biasa karena memang itulah yang selama ini mereka lakukan. Mereka memang bekerja, tapi mereka juga bersahabat. Dibanding dengan pekerjaan yang mereka lakukan, mereka lebih banyak bergurau dan tertawa satu sama lain.
Baiklah, memang begininlah mereka. Sampai kapanpun mereka juga akan tetap sama seperti ini. Mereka adalah teman, sahabat, dan juga keluarga.
“Kita harus berfoto hari ini. Aku ingin membuat pengumuman penting di media sosialku!” Kata Sagara sambil mengeluarkan ponselnya dari sakunya.
Feli langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat karena dia sangat suka mengambil berfoto apalagi ketika mereka berfoto bersama-sama.
“Ayo, kemarilah, Yuda! Kita harus mengambil banyak foto bersama!” Kata Feli sambil memanggil Yuda untuk segera bergabung.
“Aku sangat tidak menyukai hal ini..” Kata Tristan yang duduk di samping Feli.
Feli tertawa dengan pelan, pria itu memang sangat anti dengan foto dan hal-hal semacamnya. Tristan adalah seseorang yang anti dengan media, sayangnya dia harus terebak di dalam pekerjaan dimana dia harus tersorot kamera setiap hari. Ah, Tristan sepertinya memang salah dalam memilih pekerjaan, ya.. sama seperti apa yang dikatakan oleh Sagara setiap kali Tristan menolak untuk berfoto.
“Ini tidak akan membuat dirimu jadi terluka. Kita hanya akan mengambil beberapa foto saja..” Kata Sagara sambil menatap Tristan.
Feli langsung tersenyum ketika dia melihat Sagara menyalakan kamera di ponselnya. Iya, ini mungkin bukan hari terakhir ketika mereka akan bersama, tapi tidak ada salahnya kalau mereka mengambil foto ini sebagai kenangan.
Sampai kapanpun Feli tidak akan pernah bisa melupakan persahabatan yang sangat luar biasa ini. Tidak, Feli tidak akan pernah melupakan mereka semua.
“Ada yang menginginkan foto ini? Aku akan mengirimkan pada kalian kalau kalian memang mau..” Kata Sagara.
Feli langsung mengatakan kalau dirinya menginginkan foto itu, begitu juga dengan Yuda dan Tristan.
Mereka memang selalu bersama setiap hari, tapi entah kenapa mereka jarang memiliki foto dimana hanya ada mereka berempat saja.
“Kirimkan pada kami semua, Sagara!” Kata Feli sambil menatap Sagara.
Ah, iya.. teman-temannya memang sangat luar biasa. Feli merasa kalau dia sudah jauh lebih baik sekarang. Feli melupakan keadaannya yang sejak pagi merasa ingin menangis sepanjang hari. Iya, semua ini memang membuat Feli merasa sangat terhibur.
Itulah untungnya memiliki seorang teman, mereka tidak akan pernah membiarkan kita bersedih sendirian. Feli yakin kalau sebenarnya mereka juga tidak mengerti dengan keadaan Feli yang sebenarnya, tapi mereka mencoba untuk tetap menghibur Feli dengan pembicaraan mereka. Iya, ini adalah hari yang cukup menyenangkan karena akhirnya mereka bisa berbicara bersama lagi, hanya mereka berempat saja.
Feli akan selalu mengingat apa yang telah mereka lakukan, mereka adalah teman-teman yang sangat baik. Feli harap mereka bisa menemukan kebahagiaan mereka sendiri setelah ini. Iya, Feli akan selalu mendoakan segala hal yang terbaik untuk mereka semua.
“Jangan lupa, dua hari lagi kita harus merekam video terakhir kita. Jangan ada yang datang terlambat karena itu adalah video yang sangat penting..” Kata Tristan sambil menatap mereka semua.
Feli mengingat tentang video yang dikatakan oleh Tristan. Iya, akhirnya mereka memang memutuskan untuk membuat satu video terakhir yang akan selalu diingat oleh semua penggemar mereka. Dua hari mereka juga akan segera mengumumkan tentang tanggal perilisan album mereka. Iya, itu adalah tanggal yang sama dengan pengumuman besar yang akan mereka berikan. Feli yakin kalau hari itu akan ada banyak orang yang bersedih dengan keputusan yang mereka berdua buat. Iya, mau bagaimana lagi? Ini memang akan menjadi satu keputusan yang sangat besar, ini akan menjadi pengumuman tersulit yang akan mereka sampaikan.
“Malam ini aku dan Tristan akan pergi ke rumah saudaraku untuk melakukan liburan selama seharian penuh. Apakah kamu mau ikut dengan kami, Yuda?”
Feli mendengar jika sekarang Sagara menawarkan pada Yuda mengenai hal yang sama dengan yang pria itu tawarkan pada Feli.
Iya, sebenarnya Feli memang sangat ingin ikut pergi bersama dengan Tristan dan Sagara, sepertinya itu akan menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan apalagi sebentar lagi mereka akan segera berpisah. Sayang sekali, ada hal lain yang harus Feli urus di sini. Ada satu masalah yang mungkin akan menyita perhatian Feli selama berhari-hari ke depan. Entahlah, Feli tahu kalau masala ini akan berdampak sangat buruk pada kehidupannya, tapi Feli sudah siap dengan semua konsekuensinya..
“Tidak, ada urusan penting yang harus aku lakukan malam ini..” Kata Yuda dengan pelan.