Adara Prameswari, wanita itu memandang takjub bayi laki-laki yang ada di gendongannya. Putranya begitu tampan, bulu matanya terlihat lentik ketika mata itu terpejam, hidungnya mancung. Bahkan, garis rahangnya sudah terlihat tegas. Rambut bayi laki-laki itu tampak lebat dan berwarna hitam legam. Adara tidak bisa mendeskripsikan perasaannya ketika merasakan bibir bayi itu menyedot ujung payudaranya, hingga menimbulkan gelenyar aneh yang justru membuatnya sadar bahwa menjadi seorang ibu itu adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Ia merasa sempurna. Hatinya tak hanya merasa bahagia, ia juga merasa haru. Adara menggenggam tangan mungil itu, lantas mencium kening putranya dengan lembut, membuat pemilik sepasang mata yang berdiri di sudut ruang itu merasa iri dan kemudian melangkahkan kakinya

