Adara merengut kesal menatap suaminya, Rafael Abraham yang sedari tadi tidak mau lepas darinya. Laki-laki itu membelitkan kakinya dengan kaki Adara. Ditaruhnya kepalanya pada d**a sang istri, meminta wanitanya itu mengelus rambutnya. Bahkan rengekan dari putra tercinta yang juga ingin berpelukan dengan ibunya―ibu tiri berhati peri lebih tepatnya―pun tidak Rafa hiraukan. Laki-laki itu terus menempel dan memeluk istrinya yang duduk bersantai di sofa krem itu. Adara sendiri tampaknya juga risih, selama beberapa bulan belakangan ini―usia kandungan Adara sudah menginjak bulan ke tiga―Rafa bertingkah sangat manja. Adara ingin ke kamar mandi saja, laki-laki itu tetap menempel padanya, tidak peduli jika dirinya ingin buang air. Hal yang paling Rafa sukai ketika istrinya ke kamar mandi adalah ket

