Wajah pucat Anna ketika menarik Keano keluar dari kamarnya, adalah satu-satunya hal yang dapat Rafa maupun Adara ingat detik itu. Tubuh keduanya masih mematung di tempat yang sama. Bedanya, wajah mereka yang tadinya pucat pasi sudah sedikit memiliki rona. "Tadi itu ...," suara Adara terdengar tercekat. Mereka saling tatap dalam keadaan diam. Apa yang mereka lakukan semalam dan tadi pagi pun sudah tidak lagi bersemayam di ingatan mereka, tergantikan dengan ingatan yang sangat memalukan. Adara dapat merasakan tubuhnya yang mendadak kaku. Efek malu yang begitu besar membuat Adara merasa ingin tenggelam ke dalam rawa-rawa. Mendadak, rasa kesal pada Rafa muncul di hatinya, dengan wajah cemberuh, alis menukik tajam, bibir mengerucut dan hidung kembang kempis wanita itu melayangkan tatapan beng

