Bab 13

1308 Words

Suasana makan malam Rafael Abraham dan Adara Prameswari malam itu berlangsung sunyi. Hanya denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring, yang mendominasi ruang makan berukuran kurang dari lima kali empat meter persegi itu, menjadi orkestra sepanjang makan malam berlangsung. Suara Adara enggan menyapa gendang telinga Rafa, sementara Rafa sendiri bingung memulai pembicaraan. Sejak tadi, ketika dirinya mengatakan beberapa kalimat untuk menciptakan dialog di antaranya dengan wanita itu, Adara malah menjawabnya singkat seolah mulutnya tengah menderita sariawan dan demi menghindari rasa sakitnya, istrinya tersebut lebih memilih tidak berbicara. Diam-diam Rafa memperhatikan Adara yang tengah mengarahkan sesuap nasi ke dalam mulutnya sendiri. Jatah makan malam Rafa telah habis beberapa me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD