21. Perkara Teh

1176 Words

Gretha pun akhirnya memilih mundur. Dia membiarkan kepala koki itu membuatkan teh untuk Kendrick. “Apa Tuan Tyson sudah meminta sedari tadi? Jika dia marah karena menunggu terlalu lama, maka matilah kau,” cetus kepala koki membuat Gretha bungkam. Gretha juga tahu betul jika Kendrick tak suka menunggu lama. Para maid lain menatap Gretha saling berbisik. Mereka mengira jika Gretha sengaja ingin mencari perhatian Kendrick. “Apa karena kau sempat diperlakukan cukup spesial waktu sakit, maka kau mengira bisa mencuri perhatian Tuan Tyson?” celetuk seorang maid. “Benar, jangan bermimpi terlalu tinggi, Gretha. Tuan Tyson melakukan itu karena tidak ingin Tuan Muda Tyson sedih dan cemas. Meski mendapat perlakuan baik dari Tuan Muda, kau tidak seharusnya begitu berani.” “Iya. Kau pikir bisa men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD