" Mas...Bram !!! " kata Pritty terkejut
" Malam pritty, saya boleh masuk enggak ini ko di diamkan aja di luar "
Ucapan Bram membuyarkan lamuanan terkejut Pritty karena kedatangan Bram.
" Oh….maaf. silahkan masuk mas " kata Pritty
" Lola dimana, dia sudah tidur ? " tanya Bram
" Tadi sih belum di kamar, enggak tahu sekarang. Memangnya ada apa "
" Ini saya bawakan boneka buat lola, sama makanan buat kita semua "
" Mas, maaf kenapa kok mas Bram kasih ini semua buat kita ? " tanya Pritty bingung
" Enggak apa - apa ingin kasih aja, enggak boleh? Emmm boleh panggilkan Lola, Dek ? " kata Bram membuat Pritty terkejut karena memangil Dek
" Emmm .... iya tunggu sebentar ya " jawab Pritty gugup
" La…..lola…! Itu ada yang nyariin kamu "
" Ya kak, ha…? Sapa kak ? " Lola langsung begegas turun dari kamar lari ke ruang tamu.
" Kak bram ! ! ! " kata Lola dengan tertawa bahagia. Lola langsung peluk Bram, dia senang sekali Bram datang.
" Hai lola. Ini kakak beliin kamu boneka buat lola. Suka enggak ? " kata Bram
" Wah bagus sekali kak, makasih kak " Lola sangat girang dan langsung berlari masuk kamar
" Hey, kok bengong sih, saya boleh makan disini enggak ? " tanya Bram
" Eh...ya kenapa ? " jawab Pritty
" Saya boleh makan disini enggak? Kalau boleh saya pinjam sendok dan piring dong, laper nih. Saya beli tiga kita makan sama -sama saja"
" Oh ...iya sebentar saya ambil dulu. "
Pritty berdiri ke dapur ambil piring dan sendok. Namun dalam hati Pritty masih bingung dengan kedatangan Bram. Tadi siang dianter pulang sekarang main ke rumah bawa boneka dan makanan.
" Ini piring dan sendoknya, biar saya bantu buka makanannya "
" Makasih, kamu juga makan. O ya lola gak makan sekalian ? "
" Tadi sudah saya panggil waktu saya kedapur katanya nanti, masih ingin main dengan boneka barunya "
" O ya sudah kalai begitu, yuk makan ! "
Setelah Pritty membukakan makanan bram dan membuka maknannya, Pritty langsung ambil sikap doa makan dengan melipat tangannya.
Bram yang melihat itu spontan kaget dan malu dengan diri sendiri kenapa dia tidak berdoa dulu sebelum makan. Seharusnya Bram yang pimpin doa.
" Amin " ucap Pritty pelan lalu menyantap makanannya
" Em makasih ya mas Bram sudah bawa makanan dan kasih boneka buat Lola"
" Sama sama Pritty saya senang melakukannya. Emmm boleh enggak saya berkunjung kesini setiap saat ? "
Pritty berhenti mengunyah mendengar perkataan Bram. Dia semakin bingung dengan sikap Bram padanya dan adiknya.
" Emm boleh, mas boleh enggak saya tanya ? Kenapa mas baik pada kami bahkan mau berkunjung ke rumah kami setiap saat. "
Mendengar pertanyaan Pritty, Bram tersenyum.
" Saya ingin lebih dekat dengan kalian terutama kamu Pritty. Saya suka sama kamu. Kamu gak keberatan kan ? "
Seketika itu juga Pritty terkejut mendengar perkataan Bram. Pritty berpikir Setan apa yang merasukki Bram. Bram kan orang kaya sedangkan Pritty merasa orang tidak mampu. Pritty diam beberapa saat