CHAPTER 8

915 Words
Setelah hari itu, hubungan Bram dan Pritty semakin dekat dan Pritty sudah tidak malu malu lagi ketemu Bram. Sejak bertemu Bram. Kehidupan mereka menjadi terjamin karna Bram membukakan toko spesial lunpia untuk Pritty. Walaupun Pritty sering menjadi gosip para tetangga. Mereka pikir Pritty berjualan plus plus atau w*************a. Namun hal seperti itu tidak pernah di hiraukan Pritty. Pritty tetap selalu ramah dan baik terhadap tetangganya dan tidak lupa mendoakannya walau mereka menggosipkan Pritty. Bulan sudah berganti tak terasa hubungan prity dan Bram sudah Enam bulan dan tetap nyaman romantis. " Bram. Nanti sore kamu sibuk enggak ? Kalau enggak sibuk datang kerumah papa mau ngomong " kata Djarot papanya bram " Ya pa nanti saya langsung kesana " Sepulang kerja bram langsung kerumah papa mamanya dengan membawa martabak dan lunpia. " Ma, lagi ngapain ? Papa dimana ? " " Eh kamu bram, ini lagi wa nan sama temen mama. Papmu di ruang kerja. Udah sana udah di tungguin " " Tok..tok..tok " ceklek " Sore pa. Ada apa Pa kok nyuruh Bram kesini buru - buru " " Begini Bram, papa mama mau bicara soal perjodohanmu. Papa sama mama menjodohkan kamu dengan temen papa. " " Ha ...… ! ! D ijodohkan ? ? Kemon pa...ini zaman apa pa ko masih ada perjodihan si pa. Kan yang jalani Bram buka papa mama. " " Dengarkan dulu Bram, kamu coba aja dulu Bram. Anak temen papa ini cantik, pinter lulusan universitas di London. Baik juga. Pasti kamu tertarik. Kamu kan belum ketemu orangnya " " Iya Bram dicoba dulu enggak ada dalahnya kan ? Habisnya kamu enggak pernah bawa pacar atau teman wanitamu kemari. Jadi kami menjodohkan aja sma temen papa kamu. " Kata mama Bram " Besok kita ada makan malam bersama ketemu keluarga Pranata sekalian mengenalkan putrinya jadi kamu besok harus datang" pinta papa bram " Kenapa gak tanya Bram dulu si pa, ma. Sebelum janjian ketemu mereka. Papa mama juga enggak tanya Bram dulu apakah sudah punya pacar apa belum ? " " Bram setiap kita tanya pasti kamu bilang ntar aja. Jadinya kira langsung jodohkan aja. Udah enggak usah banyak protes. Lagian juga mama percaya sampai sekarang pun kamu belum punya pacar " " Siapa bilang Bram belum punya pacar? Bram sudah punya pacar ma. Sudah enam bulan pacaran " bantah Bram " Trus kenapa enggak bilang papa mama kalau punya pacar ? Kenapa enggak di kenalin. Udah enggak usah protes pokoknya besok kamu datang makan malam. " Bram kecewa dan kesal dengan papa mamanya yang mengatur hidupnya terutama masalah pasangan hidup. Setelah pembicaraan dengan papa mamanya, bram langsung pulang keapartemen untuk beristirahat. sebenarnya dia kangen dengan Pritty tapi badanya merasa capek begitupun pikirannya. Jadi bram mengurungkan niatnya bertemu Pritty " Mas Bram, mas Bram baik baik aja ? " Tanya Pritty melalui whatshapp Handphone Bram bunyi tanda pesan masuk. Bram langsung bangun dari ranjangnya dan meraih hp dari meja tidurnya. Bram kaget dan merasa bersalah setelah membuka pesan wa dari Pritty. seharian bram tidak wa Pritty bukan karna malas tapi lupa dengan kesibukannya dan karena pembicaraan dengan orang tuanya mengalihkan pikirannya. " Maaf Pritty, seharian mas tidak kasih kabar kamu. Mas sangat sibuk sekali. Mas baik - baik aja. Kamu sama Lola baik baik saja kan ? Kalian sudah makan ? " " Iya mas enggak apa - apa. Pritty tahu ko kalau mas sibuk. Mas jaga kesehatannya. Saya sama Lola sudah makan. Ya sudah mas Bram istirhat saja ya.GBU " " GBU too sayang " Bram mulai menyusuri alam mimpi. Matahari pagi membangunkan Bram dari tidurnya semalam. Ketika membuka mata Bram teringat akan permintaan mama dan papanya untuk acara makan malam nanti. Membuat dia tidak semangat untuk beranjak dari kasurnya. " Drrtttt ....... drrtt " handphone Bram bergetar tanda pesan wa masuk. Bram membuka handphone siapa yang kirim pesan. Dan ternyata dari kekasihnya. " Pagi mas Bram, mas Bram hari ini kerumah tidak ? Lola kangen katanya. " Bram tersenyum membaca pesan wa dari Pritty. " He..he...Lola apa kamu yang kangen mas ? Hayooo…. ." canda Bram " Ya dua duanya sih mas hehee ...... " " Ya lihat ntar ya. Kalau kerumah nanti mas kabarin kamu. love you " Pritty tersenyum membaca pesan wa dari bram yang romantis. Membuat Lola penasaran melihat kakaknya senyum senyum sendiri. Bram bangun dari ranjangnya, masuk kamar mandi untuk mandi setelah itu berganti pakaian. Dan langsung kerumah Pritty. Dalam perjalanan perut bram bunyi karena lapar. Dia berencana makam di rumah Pritty. " Shalom " " Shalom mas Bram. " " Sayang kamu masak enggak, saya laper nih he...he..he… " " Masak sih mas tapi apa kamu doyan ? Saya hanya masak telur dadar sama tumis kangkung aja. " " Doyanlah kan masakan calon istri tercintac" "cBeneran doyan ?" Tanya ulang pritty karna Pritty takut Bram enggak doyan. Kan Bram orang kaya pasti makanannya enggak seperti yang Pritty makan. " Iya, manac? Udah laper banget " " Iya ini saya ambilkan. Silahkan di rasakan dulu mas " " Hem..enak enak." Bram makan dengan lahap bahkan minta tambah lagi membuat Pritty heran ternyata Bram doyan masakannya. " Mas bram dari mana sih ? " " Dari rumahlah emang dari mana? Kok tanyanya begitu " " He..he.. enggak makannya kok kayak orang belum makan satu tahun. Mas bram doyan apa karana lapar ? " " He..he..he … tadi bangun tidur trus mandi trus kesini deh. Tapi masakan kami enak sayang besok besok masakin lagi ya " " Syukurlah kalau mas suka"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD